Sebenarnya tulisan ini sudah spoiler, karena beberapa temen sudah nulis complete edition seperti Azizah, Aga, dan Dansapar. Tapi gpplah dilanjutin.. ^^
Eniwe, disana tepatnya di Homestay tempat kita nginep, Cuma ada sinyal XL sedangkan yang lain tidak ada, jadi jelaslah saya terisolasi dari dunia modern selama kurang dari 48 jam disana.
Day 2
Hari kedua dimulai jam 4.30 pagi, ketika suara ayat-ayat Alquran dilatunkan di mesjid dekat tempat kita menginap, sadar bahwa temen masih belum banyak yang bangun, saya langsung ke kamar mandi mengingat antrian yang panjang. Kira-kira satu setengah jam kemudian kita semua selesai berurusan dengan kamar mandi.
Jam 6 lewat kita ber-12 plus 2 orang tambahan dari homestay sebelah dan kang Ade’ berjalan menuju pantai Laguna Pari yang berjarak 4 Km, melalui pematang sawah yang berlumpur, pemukiman penduduk dan sedikit jalan terjal yang juga berlumpur menyebabkan tapak sandal saya rusak dan berjalan tanpa alas sampai pantai Laguna Pari. Sesekali kelompok kami bertemu dengan penduduk yang berjalan kaki menuju ladang tempat mereka bekerja, situasi pedesaan yang banyak diceritakan di buku-buku literature waktu SD dulu ternyata benar saya alami beberapa tahun kemudian.
Matahari sudah mulai tinggi ketika kami sampai di Pantai Laguna Pari, awalnya saya tidak berniat untuk mandi, tetapi melihat keasyikan teman yang bermain air di pantai keinginan untuk bergabung sangat kuat. Oh ya, pantai ini Indah, karena jumlah pengunjung yang sedikit, kekhusyukan di pantai ini sangat terasa. Puas bermain air, kitapun berjalan menuju Pantai Tanjung Layar dengan menyusuri bibir pantai dari Laguna Pari.
Perbedaan jalan pulang dengan jalan pergi adalah tidak terlalu berlumpur, hanya saja melalui bibir pantai tersebut kita harus siap berbasah-basah karena harus melewati laut yang tingginya kurang lebih satu meter. Sampai di Pantai Tanjung Layar, sudah banyak fotografer yang mengambil gambar ombak yang terpecah oleh karang dan pulau kecil (saya tidak tau nama pulau itu) yang terletak tepat di depan bibir pantai. Disana kita makan pagi menjelang siang yang sudah disiapkan oleh teteh yang biasa menyiapkan kita makanan di homestay.
Kira-kira jam 12 siang kita pulang ke homestay, mbak dika, Zizou dan Keket naek ojek dari Pantai Tanjung Layar yang terletak 1 km dari homestay, untuk menghemat waktu antrian kamar mandi. Sampai di Homestay, langsung mandi dan siap-siap pulang. Jam setangah dua siang kita meninggalkan desa Sawarna, kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, banten. Perjalanan pulang kali ini via Pelabuhan Ratu, yang mana jalanannya jauh lebih bagus plus pemandangan yang keren di sepanjang jalan.. ^^
PS : Dalam perjalanan pulang kita sempat berenti di salah satu pom bensin sebelum daerah sukabumi, saya sempat ke Toiletnya dan ternyata bersih banget dan bagus serta wangi. Kayaknya toilet umum terbaik yang pernah saya kunjungi (info penting)
For this beautiful journey, muse’d like to thanks to :
- My Lord for creating a beautiful hidden landscape
- My lovely parent, hehehehe (maaf tidak ngabarin karena klo ngabarin pasti ga boleh J)
- Sosro, Aga, Mbak Eva, Zizou, Mbak Dika, Mas Khanif, Rotua, Keket, Mbak Ida, Dansapar, Ika..
- Bu Reza, Jessica Iskandar dan beberapa orang lain yang kita jadikan bahan obrolan selama berada disana hehehe…




wah muse...knp ga diijinkan ma bundo? takut terseret ombak ya?
BalasHapuswah asik nik jalan2nya
BalasHapuskapan2 pengen kesano ah ^_^
tp tetep yg plg megang itu ibu reza kusumaningrum borua siregar...
BalasHapusoopsss
ih syerrryeeem ah
quote ituhh..
BalasHapustiidaaaakkk...
*gantung diri di butik hermes*
gw nggak lengkap kok muse... yang goa lalay gak gw reportase... (baca : gak punya poto2nya dr kameraku) ;)
BalasHapusAhhh, Muse abis jalan2 yaaa ..
BalasHapusAsiknyaaa ..
**nyebur Lagoon Pari lagi, sambil merapal nama Bu Reza**
Mbak des.. Biasalah.. You know me.... ^^
BalasHapusRecommended bang jul.. Jangan idak kesano yo.. ^^
BalasHapusHahahahaa... Ihh syerem ah... Yang punya quote asli keluar... :)
BalasHapusDahlan...
BalasHapusIh Syereeeeeemm Ahh... Bersyukurlah ada yang mempopulerkan quotemu itu yak.. hehehehe
Kan bisa copas dari punya jeung Eva... ^^
BalasHapusAzizah...
BalasHapusIh syerem aahhhh ngomongin bu Reza.... Takut ada apa2... ^^
Emangnya mo ada apa ??
BalasHapusPaling2 ada anjing tiba2 gonggong, es kelapa tiba2 tumpah .. Wekekekekekeke .. :D
**ngacir, wawancara sama Jessica Iskandar**
Kan gw maunya yg asli jepretan gw yak... as i mentioned at the beginning...
BalasHapusjadi kalo sebelumnya lewat utara pulangnya lewat selatan ya???
BalasHapus(ngebayangin jauhnya)
Plus air minum yang muncrat2 zah hehehehe
BalasHapusIye.. Iye....
BalasHapusYoi.. Tapi jalan pulangnya lebih bagus dengan pemandangan yang menakjubkan...
BalasHapus