Jumat, 25 Februari 2011

Si Kulit Tipis

Dalam kehidupan maya ataupun nyata, seringkali saya menemukan orang-orang yang berkulit tipis, saking tipisnya itu kulit, jadi semua omongan yang keluar dari orang lain langsung menerobos kulitnya sehingga melukai hatinya... Hehehehe... Entahlah, saya agak malas kalau harus ketemu dengan orang-orang seperti itu...

Memang, semua omongan yang keluar dalam konteks becandaan harus ada batasnya, tapi toh kalau kita tau itu hanya joke2 jayus dan gak penting, jangan pula dianggap serius sehingga menyebabkan perselisihan dalam pertemanan..

Saya sendiri, memulai serangan hanya ketika ada serangan awal datang.. Toh kalau saya balas, gpp dong biar skor 1-1 dan sejauh ini saya hanya menganggap semua itu hanya candaan, mau se-sarkasme apapun, ngapain juga dianggap serius. Setiap saya membaca TL di Twitter, Blog, status di fesbuk, atau bertemu langsung saya selalu meliat orang-orang mana yang bisa diajak becanda dan mana yang tidak..

Ketika di jejaring sosial dia berani mengeluarkan umpatan, harusnya dia bisa menerima  dengan legowo kalau ada orang lain mengumpat dia, jangan hanya mau menyerang tetapi tidak mau diserang, atau jangan mengkritik orang kalau kita sendiri tidak siap untuk dikritik, atau jangan ngomong kasar ke orang kalau kita juga tidak mau dikasarin sama orang lain. Yah, seperti itulah intinya.. Hanya saja, masih banyak orang-orang seperti itu.. Hanya mau mengumpat, mencaci dan mencela tapi tidak mau dicaci, dicela ataupun diumpat.. Ketika itu terjadi, malah ngambek, mutung dan nangis di pojokan... Huehehehe...

Aiiih... Menyebalkan sekali kalau harus ketemu orang-orang seperti itu..

*dampak baru dapat cerita dari orang yang bermulut silet tapi giliran dikasarin, cerita dan marah2nya ke diriku yang baik hati dan tampan ini*

Kamis, 24 Februari 2011

Cerita Tengah Malam

Cuma mau menceritakan kejadian yang saya alami hari ini, karena menurut saya hal ini penting bangeet sehingga harus diceritakan kepada dunia, sebab semesta akan sangat rugi kalau tidak mengetahui kegiatan saya hari ini (backsound suara jangkrik).

 

Pagi ini saya terbangun lima belas menit sebelum jam 6, ga terbangun juga sih, tapi dibangunin karena si mbak melihat lampu kamar saya masih padam, alhasil setelah dua atau tiga kali ketukan di pintu kamar no. 1, saya terbangun juga dan merasakan sejuknya udara pagi ini. Langsunglah, kaki ini dengan sendirinya menuju kamar mandi dan mengambil wudhu untuk melaksanakan kewajiban pagi hari.

 

Masih merasa kelelahan karena kemarin sibuk muterin Blok M, saya memutuskan untuk kembali ke tempat tidur sambil nonton infotainment, yang tumben sudah tidak memberitakan musibah yang dialami mbak angie, tanpa terasa, karena sudah menemukan apa yang dinamakan “PeWe”, saya kembali tertidur sampe jam 8, dan baru sadar kalau saya ada janji jam segitu sama yudha untuk ke kantor pos, mengirim SPT Tahunan ke KPP tempat saya terdaftar.

 

Satu jam kemudian, saya tiba di tempat teman, dan kita langsung ke kantor pos (sempat ragu sih ke kantor pos atau drop box, tapi karena satu dan lain hal kita memutuskan untuk mengiran via pos tercatat), berpisah disana karena doi kudu ke serang ngeliatin istrinya yang tugas disana. Sampe kost saya Cuma baca buku sampe sore, maklum hari ini saya meutuskan untuk sejenak mengistirahatkan diri dari kegiatan menyusun skripsi, karena kemarin dosen sudah meminta diserahkan bab 1-3, jadi sedikit memberikan relaksasi ke diri sendiri bukan merupakan suatu kesalahan.

 

Kangen sama emak, jadi saya miskol beliau, tak lama berselang saya ditelepon balik (seperti yang diharapkan hehe), dan kitapun ngobrol puas kurang lebih setengah jam setelah gantian dengan babe. Oh ya, siangnya saya sempat belanja makanan di midimarket terdekat, sekedar beli quaker, chiki2an, wafer2an, dan amunisi lainnya buat di kost, dan malamnya, seperti biasa saya habiskan di lapangan bulu tangkis.

 

Jam 9 malam saya tiba di lapangan, baru tiga teman yang datang, tepak tepok bulu angsa (btw bulu angsa atau bulu bebek atau bulu ayam sih?), pokoknya puas tepak tepok, satu jam kemudian lapangan sudah mulai sepi, masih tersisa empat lapangan yang berisi orang, permainan terus berlanjut sampai tiba tiba..............

 

Di lapangan sebelah, seseorang jatuh tersungkur, awalnya kita mengira dia hanya terjatuh dan cedera biasa, permainan sempat terhenti, dan kita fokus ke orang itu, di dua lapangan lainnya orang-orang masih sibuk tepak tepok bulu angsa, sampai kita sadari bahwa ada sesuatu yang janggal dengan orang itu, matanya mulai membesar, dan badannya mulai kejang. Lalu mata semua orang langsung tertuju kepada si orang yang terjatuh itu,  dan satu per satu mulai mendekat, ternyata dia bukan tersungkur, tetapi seperti terkena suatu serangan penyakit tertentu.

 

Kejang yang dialami tak kunjung reda, temannya yang memang sudah berkeringat, tambah deras keluar keringatnya akibat kejadian itu. Kita yang juga bingung hanya bisa terpana, sedikit keluar busa putih dari mulutnya, tak lama berselang kurang lebih 10 menit setelah diurut, dielus dan dipijit dan didoakan oleh kita semua, si orang tersebut siuman, dan sudah bisa berdiri walaupun tertatih (thanks God). Kitapun melanjutkan permainan, tak lama berselang mereka pulang, padahal belum ada satu jam lho mereka main badminton.

 

Hmmmm... kejadian yang sebenarnya bukan kejadian luar biasa, tapi cukup membuat shock bagi saya. Sampai pulang kita menyimpulkan bahwa dia terkena serangan epilepsi, nah dalam kondisi seperti ini, apa yang seharusnya kita lakukan? Diam sajakah sambil berdoa? Atau melakukan pertolongan pertama? Kalau iya, pertolongan seperti apakah yang seharusnya diberikan? Toh, hal seperti ini sangat mungkin terjadi di tempat lain.

 

Selama menulis ini saya hanya mendengar satu buah lagu dari The Velvet Underground – Pale blue eyes (Penting!!)

Horeeee.. saya sudah menyampaikan SPT Tahunan PPh OP tahun 2010.. kamu?

Kamis, 03 Februari 2011

[QN ala Tobie] Secret Admirer atau Penguntit?

Ghost-Ship

Pernah bergosip? Saya pernah, dan sayapun pernah digosipin. Mulai dari yang baik sampe yang jelek. Terkadang bergunjing ini dijadikan lahan penghasilan bagi orang, tapi terkadang dengan bergosip kita bisa mewaspadai seseorang. Well, memang, ada yang bilang bahwa gosip adalah fakta yang tertunda. Ada benarnya, walaupun tidak 100% kebenarannya.

Ketika mendengar gosip jelek tentang seseorang, entah sengaja atau tidak, saya selalu memikirkan ulang tentang gosip itu, tapi ketika gosip itu terlupakan, toh kehidupan saya kembali normal, namun ketika mengetahui bahwa gosip itu benar? Apa yang kamu lakukan? Dilemma, yeah tapi berpura-pura tidak tau selalu menjadi solusi terbaik.

Beberapa tahun yang lalu, secara tidak sengaja saya pernah mendengar beberapa orang bergosip tentang teman, dan pada akhirnya saya mengetahui bahwa gosip itu adalah fakta. Kaget, pastinya.. Tapi, langsung sikap saya agak kikuk terhadap orang yang digosipin. Ketika sedang ngumpul dengan teman, biasanya suka ngomongin orang, yah tergantung dengan siapa kita berkumpul juga, makanya saya lebih suka berkumpul dengan teman yang suka mencela, karena biasanya kita tidak akan bergosip. Karena waktu hanya dihabiskan untuk mencela satu sama lain (dalam konteks candaan belaka)

Sebenarnya bisa ga kita hidup tanpa gosip? Sejauh apapun kita menghindar, sepertinya gosip itu selalu sampai di telinga saya. Mungkin dunia ini akan lebih indah tanpa gosip...

Rabu, 02 Februari 2011

Biutiful

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Sudah lama saya kepengen nonton biutiful ini, sejak diputer di Jiffest yang Invitation Only itu, hingga kemarin, syukurlah diputer juga di Indonesia. Yang membuat saya tertarik, selain masuk berbagai awards2an itu, adalah karena ada tulisan begini di trailernya “from the creator who brought you Babel” huehehe...

Dibintangi oleh Javier Bardem (Bukan Bachdim *suara jangkrik*), kisahnya dimulai dengan suatu layar hitam kosong dengan obrolan ayah dan anak (nanti pas di-ending ketahuan itu suara siapa). Menceritakan kehidupan Uxbal (Bardem) yang menderita kanker prostat, dia memiliki dua orang anak, Mateo dan Anna. Mantan istrinya bernama Marambra merupakan seorang wanita dengan kepribadian ganda. Uxbal bekerja sebagai penyalur tenaga kerja ilegal, yang sengaja “diimpor” dari cina untuk bekerja sebagai buruh di mexico/spanyol (sampe sekarang saya masih belum bisa menyimpulkan settingnya walaupun ini adalah film mexico).

Tidak hanya itu saja, uxbal juga mampu berkomunikasi dengan arwah, sebelum arwah tersebut berangkat menuju peraduannya. Intinya tentang kehidupan Uxbal ini sebelum dia meninggal, yang berusaha memperbaiki kesalahan di masa lalu, dan mencari cara untuk menyelamatkan anaknya di masa depan setelah dia meninggal.

Keren?? Lumayan, diawalnya, sangat membosankan karena alurnya yang lompat2, sehingga saya harus menghafal tokoh2nya dan peran masing2 di film itu, ada juga beberapa adegan yang menurut saya ga penting, yang disusupkan dalam adegan itu, bikin film itu kelihatan lebih panjang. Sepanjang film, teman saya ada yang tidur, dan satu lagi grasak grusuk di kursi, sedangkan penonton di depan kami, sepertinya tertidur dengan pulas.

Menurut saya, not bad malah cukup bagus. Mungkin klo bukan pencinta drama atau film2 kelam, Biutiful pasti akan terasa amat sangat membosankan.

PS : Btw, Javier Bardem ini siapanya Penelope Cruz yah? Soalnya di Oscar tahun kemaren mereka duduk sebelahan.