Sabtu, 30 Juni 2012

Ketika Pencopet Kembali Beraksi

Kali ini korbannya adalah saya, semacam sequel dari tulisan yang dibuat oleh dani, jadi saya mau menceritakan sedikit pengalaman saya sabtu malam kemarin ketika menumpangi Kopaja 19 jurusan Blok M - Tanah Abang...

Saya naik dari halte senayan menuju stasiun Sudirman, sebelum jembatan Karet, Bis yang saya tumpangi mendapat operan penumpang dari bis lain, dan 3 dari tambahan penumpang inilah pencopet itu.. Ketika hampir tiba di Stasiun Sudirman, saya bergegas berdiri untuk turun (saya turun di pintu depan bis), tiba2 seorang bapak menarik2 celana saya, saya liat sekilas dan berpikir si bapak mungkin terkena penyakit "ayan", untung segera tersadar saya langsung meraba kantong dan bersyukur dompet dan handphone yang saya taruh di saku kantong depan masih ada...

Kelalaian saya, karena merasa dompet dan handphone masih ada, saya tidak memegangi kedua barang tersebut, dan ketika bis bener2 berhenti saya baru sadar kalau dompet sudah hilang dari saku depan sebelah kanan celana.. Sayapun langsung berbalik arah tidak jadi turun dan langsung berteriak di dalam bis, "Mana dompet Saya??" teriakan yang sangat keras, kemudian saya memandang si bapak yang narikin celana "ngapain anda narik2 celana saya tadi??" sambil menunjuk2, lalu si bapak menjawab "mana? saya tidak mengambil dompet, coba periksa (sambil melebarkan kedua tangannya)".. Sayapun langsung menoleh ke arah sebelah kanan dimana ada seorang bapak lagi yang saya yakini adalah orang yang mengambil dompet dari saku celana... dia langsung menjawab "Mana? Jangan asal nuduh? (juga sambil melebarkan kedua tangannya)".. Saking berangnya saya berteriak di dalam bis dan kepada orang yang sudah turun, (kebetulan ada 4 wanita yang sudah turun), bahwa tidak boleh ada yang pergi sebelum saya selesai meriksa satu per satu...

Sayapun langsung terbayang betapa malasnya harus ke kelurahan, Samsat dan sebagainya untuk mengurus KTP, SIM, STNK dll di dalam dompet.. Sayapun kembali berteriak ke arah belakang, mungkin insting atau apa saya langsung menunjuk2 ke arah belakang bis "Anda boleh mengambil uang saya tapi tidak dompet saya"... Lalu tiba2 ada cewek yang tadi duduk di belakang ketika saya berdiri (bagian depan) dan langsung pindah ke belakang bis ketika saya hendak turun, menjawab "saya ga ngapa2in, saya cuma pindah ke belakang".. Trus saya bilang sambil teriak "anda tetap disana sampe saya selesai meriksa semua orang!!"..

Sayapun mulai mendekati satu per satu penumpang, lalu tiba2 kernet bis tersebut berjalan ke arah pintu depan lewat luar bis, dan teriak "Mas, kita mau jalan".. dengan teriakan yang lebih besar saya bilang "GA BISA!!", saya mulai hendak meriksa tiba2 ibu yang dibawah bilang "Mas, mungkin itu dompetnya. sambil menunjuk ke bawah bis, dan benar dompet saya berada di bawah bis, sayapun mengambil dan diteriakin oleh pencopet si bapak yang menarik2 celana saya, dan si bapak yang mengambil dompet dari saku...

Well.. Kalaupun dompet saya tidak dibalikin saat itu, saya pasti akan menyerang si bapak yang menarik2 celana saya, peduli amat.. yang saya pikirin adalah setidaknya saya sudah berjuang untuk mempertahankan milik saya, dan saya tidak mau terlihat bodoh dan menahan kekesalan ketika mau tidur karena tidak berbuat apa2.. Cukup sekali saya merasa seperti itu... Toh kalaupun saya ditonjok, saya bisa menonjok balik.. Dan saya juga pernah merasakan bagaimana rasanya ditonjok dan menonjok.. Tadinya saya akan menggunakan tas yang berisi lebih dari 10 buku untuk memukul si bapak yang menarik2 celana saya kalau memang dompet tidak kembali.. Yang penting adalah melampiaskan kekesalan ke orang yang sudah pasti salah satu dari pencopet.. Masalah takut dikeroyok atau ditusuk? Mungkin Adrenalin kali yah, ketika adrenalin sudah memuncak, maka rasa takut dan kekuatan yang kita punya akan melewati batasnya.. Seperti yang saya alami kemarin...

Alhamdulillah dompet kembali dengan uang yang utuh.. Jadi pelaku pencopetan itu saya perkirakan 4 orang.....
  • Pertama bapak2 berumur 45 tahunan, kaos lusuh, celana jeans menggunakan tas, tinggi 165-170 cm.. Fisikinya agak2 mirip dengan Kevin Bacon dengan kulit lebih gelap, dan tubuh yang agak kurus.. Dia adalah orang yang narik2in celana saya...
  • kedua bapak2 yang juga berumur sekitar 45an tinggi sekitar 170cm, menggunakan kemeja warna cream, celana jeans warna cokelat, juga dengan tampilan fisik mirip kevin bacon.. Saya memperkirakan bahwa dia adalah orang yang mengambil dompet dari saku celana saya...
  • Cewek, berusia 25an, rambut hitam dengan panjang sebahu lebih dikit tinggi sekitar 165 cm, kemarin menggunakan kaos warna hijau, dan celan jeans sampe lutut.. Saya memperkirakan si cewek ini adalah orang yang memegang dompet saya setelah diambil oleh bapak kedua..
  • dan terakhir kernet kopaja 19 (saya tidak mencatat no polisinya), dia adalah orang yang melempar dompet saya ke bawah bis.. Karena satu2nya orang yang berjalan dari belakang ke tempat dompet saya ditemukan cuma kernet itu..

Ketika jalan ke stasiun, ibu yang ngasih tau dompet saya di bawah bis, berkata bahwa dia melihat tangan si bapak kedua masuk ke saku celana saya.. Yah, hikmahnya adalah kita harus berani.. Berani mempertahankan apa yang menjadi milik kita... 

Ketika Pencopet Kembali Beraksi

Kali ini korbannya adalah saya, semacam sequel dari tulisan yang dibuat oleh dani, jadi saya mau menceritakan sedikit pengalaman saya sabtu malam kemarin ketika menumpangi Kopaja 19 jurusan Blok M - Tanah Abang...

Saya naik dari halte senayan menuju stasiun Sudirman, sebelum jembatan Karet, Bis yang saya tumpangi mendapat operan penumpang dari bis lain, dan 3 dari tambahan penumpang inilah pencopet itu.. Ketika hampir tiba di Stasiun Sudirman, saya bergegas berdiri untuk turun (saya turun di pintu depan bis), tiba2 seorang bapak menarik2 celana saya, saya liat sekilas dan berpikir si bapak mungkin terkena penyakit "ayan", untung segera tersadar saya langsung meraba kantong dan bersyukur dompet dan handphone yang saya taruh di saku kantong depan masih ada...

Kelalaian saya, karena merasa dompet dan handphone masih ada, saya tidak memegangi kedua barang tersebut, dan ketika bis bener2 berhenti saya baru sadar kalau dompet sudah hilang dari saku depan sebelah kanan celana.. Sayapun langsung berbalik arah tidak jadi turun dan langsung berteriak di dalam bis, "Mana dompet Saya??" teriakan yang sangat keras, kemudian saya memandang si bapak yang narikin celana "ngapain anda narik2 celana saya tadi??" sambil menunjuk2, lalu si bapak menjawab "mana? saya tidak mengambil dompet, coba periksa (sambil melebarkan kedua tangannya)".. Sayapun langsung menoleh ke arah sebelah kanan dimana ada seorang bapak lagi yang saya yakini adalah orang yang mengambil dompet dari saku celana... dia langsung menjawab "Mana? Jangan asal nuduh? (juga sambil melebarkan kedua tangannya)".. Saking berangnya saya berteriak di dalam bis dan kepada orang yang sudah turun, (kebetulan ada 4 wanita yang sudah turun), bahwa tidak boleh ada yang pergi sebelum saya selesai meriksa satu per satu...

Sayapun langsung terbayang betapa malasnya harus ke kelurahan, Samsat dan sebagainya untuk mengurus KTP, SIM, STNK dll di dalam dompet.. Sayapun kembali berteriak ke arah belakang, mungkin insting atau apa saya langsung menunjuk2 ke arah belakang bis "Anda boleh mengambil uang saya tapi tidak dompet saya"... Lalu tiba2 ada cewek yang tadi duduk di belakang ketika saya berdiri (bagian depan) dan langsung pindah ke belakang bis ketika saya hendak turun, menjawab "saya ga ngapa2in, saya cuma pindah ke belakang".. Trus saya bilang sambil teriak "anda tetap disana sampe saya selesai meriksa semua orang!!"..

Sayapun mulai mendekati satu per satu penumpang, lalu tiba2 kernet bis tersebut berjalan ke arah pintu depan lewat luar bis, dan teriak "Mas, kita mau jalan".. dengan teriakan yang lebih besar saya bilang "GA BISA!!", saya mulai hendak meriksa tiba2 ibu yang dibawah bilang "Mas, mungkin itu dompetnya. sambil menunjuk ke bawah bis, dan benar dompet saya berada di bawah bis, sayapun mengambil dan diteriakin oleh pencopet si bapak yang menarik2 celana saya, dan si bapak yang mengambil dompet dari saku...

Well.. Kalaupun dompet saya tidak dibalikin saat itu, saya pasti akan menyerang si bapak yang menarik2 celana saya, peduli amat.. yang saya pikirin adalah setidaknya saya sudah berjuang untuk mempertahankan milik saya, dan saya tidak mau terlihat bodoh dan menahan kekesalan ketika mau tidur karena tidak berbuat apa2.. Cukup sekali saya merasa seperti itu... Toh kalaupun saya ditonjok, saya bisa menonjok balik.. Dan saya juga pernah merasakan bagaimana rasanya ditonjok dan menonjok.. Tadinya saya akan menggunakan tas yang berisi lebih dari 10 buku untuk memukul si bapak yang menarik2 celana saya kalau memang dompet tidak kembali.. Yang penting adalah melampiaskan kekesalan ke orang yang sudah pasti salah satu dari pencopet.. Masalah takut dikeroyok atau ditusuk? Mungkin Adrenalin kali yah, ketika adrenalin sudah memuncak, maka rasa takut dan kekuatan yang kita punya akan melewati batasnya.. Seperti yang saya alami kemarin...

Alhamdulillah dompet kembali dengan uang yang utuh.. Jadi pelaku pencopetan itu saya perkirakan 4 orang.....
  • Pertama bapak2 berumur 45 tahunan, kaos lusuh, celana jeans menggunakan tas, tinggi 165-170 cm.. Fisikinya agak2 mirip dengan Kevin Bacon dengan kulit lebih gelap, dan tubuh yang agak kurus.. Dia adalah orang yang narik2in celana saya...
  • kedua bapak2 yang juga berumur sekitar 45an tinggi sekitar 170cm, menggunakan kemeja warna cream, celana jeans warna cokelat, juga dengan tampilan fisik mirip kevin bacon.. Saya memperkirakan bahwa dia adalah orang yang mengambil dompet dari saku celana saya...
  • Cewek, berusia 25an, rambut hitam dengan panjang sebahu lebih dikit tinggi sekitar 165 cm, kemarin menggunakan kaos warna hijau, dan celan jeans sampe lutut.. Saya memperkirakan si cewek ini adalah orang yang memegang dompet saya setelah diambil oleh bapak kedua..
  • dan terakhir kernet kopaja 19 (saya tidak mencatat no polisinya), dia adalah orang yang melempar dompet saya ke bawah bis.. Karena satu2nya orang yang berjalan dari belakang ke tempat dompet saya ditemukan cuma kernet itu..

Ketika jalan ke stasiun, ibu yang ngasih tau dompet saya di bawah bis, berkata bahwa dia melihat tangan si bapak kedua masuk ke saku celana saya.. Yah, hikmahnya adalah kita harus berani.. Berani mempertahankan apa yang menjadi milik kita... 

Minggu, 17 Juni 2012

Nikahan Mona (Mooncatz.multiply)


Baru nyampe ini

Sabtu kemarin tanggal 16 Juni 2012, berlangsung pernikahan antara Mona Intariani (mooncatz.multiply) dan Doni Eka Prasetya di rumah opung mona di daerah kebon jeruk, Jakarta... Akad nikah berlangsung jam 10 pagi...

Sebelumnya saya janjian sama dani berangkat bareng dari Depok, trus ketemuan dengan Ario di depan Gandaria City untuk bareng ke rumah opungnya mona. Sampe lokasi, udah ada prytha dan bonie plus bude dan lala.. Langsung deh ngobrol plus poto sana sini..

Tak lama berselang mempelai pria datang dan acarapun dimulai, daripada mengganggu kesyahduan acara, saya memilih untuk berada di luar bersama teman2 yang lain.. Benerkan? Untung ga di dalam, karena di garasi opung mona, banyak silet bertebaran selama akad berlangsung...

Jam setengah 12 selesai langsung maksi trus foto2 ngasih ucapan selamat kepada newlywed trus saya, ario, dani, bonnie, dan prytha memutuskan untuk nongkrong dulu sebelum berangkat ke lokasi resepsi... Tadinya mau karaoke, tapi berhubung si pengantin wanita mau ikutan klo kita kero2, jadinya ga jadi deh... cuma nongkrong di tempat nongkrong yang lagi ngetrend di jakarta aja...

Jam 3, kita menuju lokasi resepsi di Istana Nelayan, sempat muter2 alhamdulillah nyampe.. Ganti baju dan langsung deh berdiri manis menyambut tamu.. Trus pagar2an ini bikin lomba siapa yang paling banyak salaman dengan tamu, yang ternyata dimenangkan dani.. Ternyata gaoll banget anak itu...

Jam 7, acara kelar kitapun pulang....Selamat kepada mona dan doni.. semoga menjadi keluarga Sakinah Mawaddah Warrohmah.. :D

Nikahan Mona (Mooncatz.multiply)


Baru nyampe ini

Sabtu kemarin tanggal 16 Juni 2012, berlangsung pernikahan antara Mona Intariani (mooncatz.multiply) dan Doni Eka Prasetya di rumah opung mona di daerah kebon jeruk, Jakarta... Akad nikah berlangsung jam 10 pagi...

Sebelumnya saya janjian sama dani berangkat bareng dari Depok, trus ketemuan dengan Ario di depan Gandaria City untuk bareng ke rumah opungnya mona. Sampe lokasi, udah ada prytha dan bonie plus bude dan lala.. Langsung deh ngobrol plus poto sana sini..

Tak lama berselang mempelai pria datang dan acarapun dimulai, daripada mengganggu kesyahduan acara, saya memilih untuk berada di luar bersama teman2 yang lain.. Benerkan? Untung ga di dalam, karena di garasi opung mona, banyak silet bertebaran selama akad berlangsung...

Jam setengah 12 selesai langsung maksi trus foto2 ngasih ucapan selamat kepada newlywed trus saya, ario, dani, bonnie, dan prytha memutuskan untuk nongkrong dulu sebelum berangkat ke lokasi resepsi... Tadinya mau karaoke, tapi berhubung si pengantin wanita mau ikutan klo kita kero2, jadinya ga jadi deh... cuma nongkrong di tempat nongkrong yang lagi ngetrend di jakarta aja...

Jam 3, kita menuju lokasi resepsi di Istana Nelayan, sempat muter2 alhamdulillah nyampe.. Ganti baju dan langsung deh berdiri manis menyambut tamu.. Trus pagar2an ini bikin lomba siapa yang paling banyak salaman dengan tamu, yang ternyata dimenangkan dani.. Ternyata gaoll banget anak itu...

Jam 7, acara kelar kitapun pulang....Selamat kepada mona dan doni.. semoga menjadi keluarga Sakinah Mawaddah Warrohmah.. :D

Kamis, 14 Juni 2012

Sekilas Tentang IOPSS 2012

Hari ini adalah hari ketiga Indonesia Open Premiere Super Series 2012, Event yang menggunakan kata "premiere" ini berarti setiap pemain yang berperingkat 10 besar wajib ikut serta, dan turnamen ini adalah turnamen dengan hadiah terbesar kedua setelah korea Open, tahun ini adalah tahun kedua IOSS menjadi IOPSS... Jadi sebagai orang Indonesia. saya merasa bangga ternyata kita memiliki turnamen yang diakui sebagai salah satu turnamen tertinggi di cabang bulu tangkis dunia, yah bisa dibilang semacam Grand Slam di Tenis, walaupun dari prestasi masih gitu dehhhhhhh.....

Sayang beribu kali sayang, sepertinya tahun ini saya tidak bisa nonton "live" di Istora karena satu dan lain hal (baca sibuk), sedangkan final hari minggu besok agak malas, karena selain tiket yang mahal cuma untuk nonton 5 pertandingan, paling dari Indonesia cuma beberapa...

banyak kejutan tahun ini, seperti ketidakikutsertaan beberapa pemain unggulanseperti Ha Jung Eun dan Lee Chong Wei yang cedera, mundurnya Lin Dan, dan Pasangan Cai Yun/Fu Hai Feng, dan beberapa pemain lainnya.. Sisi positifnya adalah semakin banyak pemain kita yang masuk ke babak utama, sebaliknya gengsi dari turnamen ini sedikit menurun...

Babak pertama kemain, Indonesia meloloskan 20 pemain baik tunggal maupun ganda, lumayan banyak dan yang membuat kagum adalah beberapa pemain Yunior mampu melaju ke babak kedua mengalahkan pemain unggulan, walaupun klo diliat hari ini sudah mulai berguguran satu per satu... Hehe..

Dan seperti biasa, Women Single Indonesia habis di babak kedua, karena dari 5 pemain WS yang masuk babak utama, hanya Aprilia Yuswandari yang melaju ke babak kedua, dan tadi dikalahkan unggulan kelima Shaina Nehwal, maklum karena Firda Cedera saat melawan Wang Yihan, terpaksa dia harus diangkut menggunakan kursi roda keluar lapangan kemarin... Semoga lekas sembuh mbaksis......

Harapan saya adalah semoga tahun ini Indonesia mampu memenangkan salah satu kategori, karena (kalau tidak salah), Indonesia terakhir memenangkan turnamen ini tahun 2008, kala itu diperoleh dari pasangan Women Double Lilyana Natsir dan Vita Marissa.... Ayo Indonesia....

IN.. DO.. NE.. SIA... Prookk.. Prook.. Prook.. Prokk.. Prook.. Proookkk....
IN.. DO.. NE.. SIA... Prookk.. Prook.. Prook.. Prokk.. Prook.. Proookkk....
IN.. DO.. NE.. SIA... Prookk.. Prook.. Prook.. Prokk.. Prook.. Proookkk....

Sekilas Tentang IOPSS 2012

Hari ini adalah hari ketiga Indonesia Open Premiere Super Series 2012, Event yang menggunakan kata "premiere" ini berarti setiap pemain yang berperingkat 10 besar wajib ikut serta, dan turnamen ini adalah turnamen dengan hadiah terbesar kedua setelah korea Open, tahun ini adalah tahun kedua IOSS menjadi IOPSS... Jadi sebagai orang Indonesia. saya merasa bangga ternyata kita memiliki turnamen yang diakui sebagai salah satu turnamen tertinggi di cabang bulu tangkis dunia, yah bisa dibilang semacam Grand Slam di Tenis, walaupun dari prestasi masih gitu dehhhhhhh.....

Sayang beribu kali sayang, sepertinya tahun ini saya tidak bisa nonton "live" di Istora karena satu dan lain hal (baca sibuk), sedangkan final hari minggu besok agak malas, karena selain tiket yang mahal cuma untuk nonton 5 pertandingan, paling dari Indonesia cuma beberapa...

banyak kejutan tahun ini, seperti ketidakikutsertaan beberapa pemain unggulanseperti Ha Jung Eun dan Lee Chong Wei yang cedera, mundurnya Lin Dan, dan Pasangan Cai Yun/Fu Hai Feng, dan beberapa pemain lainnya.. Sisi positifnya adalah semakin banyak pemain kita yang masuk ke babak utama, sebaliknya gengsi dari turnamen ini sedikit menurun...

Babak pertama kemain, Indonesia meloloskan 20 pemain baik tunggal maupun ganda, lumayan banyak dan yang membuat kagum adalah beberapa pemain Yunior mampu melaju ke babak kedua mengalahkan pemain unggulan, walaupun klo diliat hari ini sudah mulai berguguran satu per satu... Hehe..

Dan seperti biasa, Women Single Indonesia habis di babak kedua, karena dari 5 pemain WS yang masuk babak utama, hanya Aprilia Yuswandari yang melaju ke babak kedua, dan tadi dikalahkan unggulan kelima Shaina Nehwal, maklum karena Firda Cedera saat melawan Wang Yihan, terpaksa dia harus diangkut menggunakan kursi roda keluar lapangan kemarin... Semoga lekas sembuh mbaksis......

Harapan saya adalah semoga tahun ini Indonesia mampu memenangkan salah satu kategori, karena (kalau tidak salah), Indonesia terakhir memenangkan turnamen ini tahun 2008, kala itu diperoleh dari pasangan Women Double Lilyana Natsir dan Vita Marissa.... Ayo Indonesia....

IN.. DO.. NE.. SIA... Prookk.. Prook.. Prook.. Prokk.. Prook.. Proookkk....
IN.. DO.. NE.. SIA... Prookk.. Prook.. Prook.. Prokk.. Prook.. Proookkk....
IN.. DO.. NE.. SIA... Prookk.. Prook.. Prook.. Prokk.. Prook.. Proookkk....

Senin, 11 Juni 2012

10 Tahun...

Tidak terasa sudah 10 tahun saya jadi perantau, dan genap 10 tahun juga saya jadi penghuni pinggiran Jakarta...

Awalnya Mei 2002, setelah Ebtanas (waktu masih ebtanas klo ga salah), saya pergi ke luar sumatera dengan niat menuntut ilmu, apa daya ternyata kemampuan saya tidak cukup baik untuk diterima di PTN yang ada disini, untunglah saya diterima di salah satu kampus plat merah yang ada di Jakarta...

Tinggal di Jakarta bukan impian saya, karena dulu di TVRI sering banget diputer lagu "mboten sah teng jakarta nggo bangun desane dewe" yah, pokoknya ada lagu seperti itu dengan klip Jakarta yang penuh sesak dan nggak banget, makanya waktu itu Jogja menjadi kota pilihan...

2 bulan di Jogjakarta tanpa hasil apa-apa, ada sih hasilnya lolos di kampus di Jakarta ini, akhirnya sayapun hijrah kesini.. Sampe Jakarta, langsung dong shock culture, yang tadinya tinggal di kampung dikelilingi perbukitan hijau nan asri, tiba-tiba berada di tempat yang dikelilingi dengan gedung-gedung pencakar langit.. Mau diapain lagi, disyukurin ajah...

Pertama kali ngekost dan tinggal sendiri rasanya nista, sedih, dan saya kadang nangis sendiri di kamar, maklum masih kangen sama emak.. Syukurlah kondisi itu tidak berlangsung lama, karena ketemu temen senasib.. 3 tahun tidak terasa, dan setelah lulus kembali ke ditugaskan di Jakarta, padahal dulu pengennya di Palembang, apa daya, Rencana Tuhan memang lebih indah...

Sejak kerja itulah saya merasa betah di Jakarta, mungkin karena sudah memiliki penghasilan dan hidup tidak tergantung kiriman lagi kali yah.. Hehehe... Akhirnya kuliah dan sekarang balik kerja disini...

Ah, ternyata hidup di pinggiran Jakarta itu menyenangkan juga... Alhamdulillah...

10 Tahun...

Tidak terasa sudah 10 tahun saya jadi perantau, dan genap 10 tahun juga saya jadi penghuni pinggiran Jakarta...

Awalnya Mei 2002, setelah Ebtanas (waktu masih ebtanas klo ga salah), saya pergi ke luar sumatera dengan niat menuntut ilmu, apa daya ternyata kemampuan saya tidak cukup baik untuk diterima di PTN yang ada disini, untunglah saya diterima di salah satu kampus plat merah yang ada di Jakarta...

Tinggal di Jakarta bukan impian saya, karena dulu di TVRI sering banget diputer lagu "mboten sah teng jakarta nggo bangun desane dewe" yah, pokoknya ada lagu seperti itu dengan klip Jakarta yang penuh sesak dan nggak banget, makanya waktu itu Jogja menjadi kota pilihan...

2 bulan di Jogjakarta tanpa hasil apa-apa, ada sih hasilnya lolos di kampus di Jakarta ini, akhirnya sayapun hijrah kesini.. Sampe Jakarta, langsung dong shock culture, yang tadinya tinggal di kampung dikelilingi perbukitan hijau nan asri, tiba-tiba berada di tempat yang dikelilingi dengan gedung-gedung pencakar langit.. Mau diapain lagi, disyukurin ajah...

Pertama kali ngekost dan tinggal sendiri rasanya nista, sedih, dan saya kadang nangis sendiri di kamar, maklum masih kangen sama emak.. Syukurlah kondisi itu tidak berlangsung lama, karena ketemu temen senasib.. 3 tahun tidak terasa, dan setelah lulus kembali ke ditugaskan di Jakarta, padahal dulu pengennya di Palembang, apa daya, Rencana Tuhan memang lebih indah...

Sejak kerja itulah saya merasa betah di Jakarta, mungkin karena sudah memiliki penghasilan dan hidup tidak tergantung kiriman lagi kali yah.. Hehehe... Akhirnya kuliah dan sekarang balik kerja disini...

Ah, ternyata hidup di pinggiran Jakarta itu menyenangkan juga... Alhamdulillah...

Rabu, 06 Juni 2012

PDA, They Just Don't Care

Dengan semakin hitsnya jejaring sosial dan penggunaan smartphone, maka semakin banyak kesempatan bagi orang untuk mempertontonkan kemesraan dia dengan pasangannya...

Di fesbuk, berbalas status yg amat mesra. Di twitter, biasanya di location atau di describe pasti ada embel2 di hati siapa atau apalah. Atau yang agak bikin annoying itu adalah ketika org bermesaraan dengan chat via status di blackberry messenger, atau obrolan dia dengan sang pasangan di bbm di capture trus dijadiin Display picture.. Cukup annoying bagi gue...

Oklah itu urusan mereka dan gue memaklumin kok #heem.. *nangis iri*, tapi PDA itu ga cuma terjadi di dunia maya, versi livenya juga banyak, di dlm KRL contohnya, biasanya pasangan2 ini suka berpelukan sambil berdiri trus cium kening dan bersender di bahu yang bener2 bikin gue mupeng, trus obrolan menu makan malam sambil memeluk pasangan bener2 bikin iri.. Itu gpp, gue masih maklum...

Nah, masalahnya semalam ketika gue keluar dari kalibata city, di pintu masuk/keluar gue ngeliat bapak2 dan mbak2 yang keduanya bertampang lokal, cipika cipiki trus m2m (apa yah istilah sebenernya).. Kageeet dong, karena gue ga nyangka bakal ngeliat hal beginian di area publik di Indonesia.. Semoderat2nya gue, kondisi ini tetep bikin gue kaget, sampe ada ibu2 yang juga ngeliat langsung pergi menjauh...

Sering sih ngeliat beginian di film, mungkin di luar negeri hal biasa, tapi disini? Setidaknya bagi gue luar biasa.. Atau emg gue aja yg terlalu polos jadi ga pernah liat beginian di area publik di Indonesia?

PDA, They Just Don't Care

Dengan semakin hitsnya jejaring sosial dan penggunaan smartphone, maka semakin banyak kesempatan bagi orang untuk mempertontonkan kemesraan dia dengan pasangannya...

Di fesbuk, berbalas status yg amat mesra. Di twitter, biasanya di location atau di describe pasti ada embel2 di hati siapa atau apalah. Atau yang agak bikin annoying itu adalah ketika org bermesaraan dengan chat via status di blackberry messenger, atau obrolan dia dengan sang pasangan di bbm di capture trus dijadiin Display picture.. Cukup annoying bagi gue...

Oklah itu urusan mereka dan gue memaklumin kok #heem.. *nangis iri*, tapi PDA itu ga cuma terjadi di dunia maya, versi livenya juga banyak, di dlm KRL contohnya, biasanya pasangan2 ini suka berpelukan sambil berdiri trus cium kening dan bersender di bahu yang bener2 bikin gue mupeng, trus obrolan menu makan malam sambil memeluk pasangan bener2 bikin iri.. Itu gpp, gue masih maklum...

Nah, masalahnya semalam ketika gue keluar dari kalibata city, di pintu masuk/keluar gue ngeliat bapak2 dan mbak2 yang keduanya bertampang lokal, cipika cipiki trus m2m (apa yah istilah sebenernya).. Kageeet dong, karena gue ga nyangka bakal ngeliat hal beginian di area publik di Indonesia.. Semoderat2nya gue, kondisi ini tetep bikin gue kaget, sampe ada ibu2 yang juga ngeliat langsung pergi menjauh...

Sering sih ngeliat beginian di film, mungkin di luar negeri hal biasa, tapi disini? Setidaknya bagi gue luar biasa.. Atau emg gue aja yg terlalu polos jadi ga pernah liat beginian di area publik di Indonesia?