Kali ini korbannya adalah saya, semacam sequel dari tulisan yang dibuat oleh dani, jadi saya mau menceritakan sedikit pengalaman saya sabtu malam kemarin ketika menumpangi Kopaja 19 jurusan Blok M - Tanah Abang...
Saya naik dari halte senayan menuju stasiun Sudirman, sebelum jembatan Karet, Bis yang saya tumpangi mendapat operan penumpang dari bis lain, dan 3 dari tambahan penumpang inilah pencopet itu.. Ketika hampir tiba di Stasiun Sudirman, saya bergegas berdiri untuk turun (saya turun di pintu depan bis), tiba2 seorang bapak menarik2 celana saya, saya liat sekilas dan berpikir si bapak mungkin terkena penyakit "ayan", untung segera tersadar saya langsung meraba kantong dan bersyukur dompet dan handphone yang saya taruh di saku kantong depan masih ada...
Kelalaian saya, karena merasa dompet dan handphone masih ada, saya tidak memegangi kedua barang tersebut, dan ketika bis bener2 berhenti saya baru sadar kalau dompet sudah hilang dari saku depan sebelah kanan celana.. Sayapun langsung berbalik arah tidak jadi turun dan langsung berteriak di dalam bis, "Mana dompet Saya??" teriakan yang sangat keras, kemudian saya memandang si bapak yang narikin celana "ngapain anda narik2 celana saya tadi??" sambil menunjuk2, lalu si bapak menjawab "mana? saya tidak mengambil dompet, coba periksa (sambil melebarkan kedua tangannya)".. Sayapun langsung menoleh ke arah sebelah kanan dimana ada seorang bapak lagi yang saya yakini adalah orang yang mengambil dompet dari saku celana... dia langsung menjawab "Mana? Jangan asal nuduh? (juga sambil melebarkan kedua tangannya)".. Saking berangnya saya berteriak di dalam bis dan kepada orang yang sudah turun, (kebetulan ada 4 wanita yang sudah turun), bahwa tidak boleh ada yang pergi sebelum saya selesai meriksa satu per satu...
Sayapun langsung terbayang betapa malasnya harus ke kelurahan, Samsat dan sebagainya untuk mengurus KTP, SIM, STNK dll di dalam dompet.. Sayapun kembali berteriak ke arah belakang, mungkin insting atau apa saya langsung menunjuk2 ke arah belakang bis "Anda boleh mengambil uang saya tapi tidak dompet saya"... Lalu tiba2 ada cewek yang tadi duduk di belakang ketika saya berdiri (bagian depan) dan langsung pindah ke belakang bis ketika saya hendak turun, menjawab "saya ga ngapa2in, saya cuma pindah ke belakang".. Trus saya bilang sambil teriak "anda tetap disana sampe saya selesai meriksa semua orang!!"..
Sayapun mulai mendekati satu per satu penumpang, lalu tiba2 kernet bis tersebut berjalan ke arah pintu depan lewat luar bis, dan teriak "Mas, kita mau jalan".. dengan teriakan yang lebih besar saya bilang "GA BISA!!", saya mulai hendak meriksa tiba2 ibu yang dibawah bilang "Mas, mungkin itu dompetnya. sambil menunjuk ke bawah bis, dan benar dompet saya berada di bawah bis, sayapun mengambil dan diteriakin oleh pencopet si bapak yang menarik2 celana saya, dan si bapak yang mengambil dompet dari saku...
Well.. Kalaupun dompet saya tidak dibalikin saat itu, saya pasti akan menyerang si bapak yang menarik2 celana saya, peduli amat.. yang saya pikirin adalah setidaknya saya sudah berjuang untuk mempertahankan milik saya, dan saya tidak mau terlihat bodoh dan menahan kekesalan ketika mau tidur karena tidak berbuat apa2.. Cukup sekali saya merasa seperti itu... Toh kalaupun saya ditonjok, saya bisa menonjok balik.. Dan saya juga pernah merasakan bagaimana rasanya ditonjok dan menonjok.. Tadinya saya akan menggunakan tas yang berisi lebih dari 10 buku untuk memukul si bapak yang menarik2 celana saya kalau memang dompet tidak kembali.. Yang penting adalah melampiaskan kekesalan ke orang yang sudah pasti salah satu dari pencopet.. Masalah takut dikeroyok atau ditusuk? Mungkin Adrenalin kali yah, ketika adrenalin sudah memuncak, maka rasa takut dan kekuatan yang kita punya akan melewati batasnya.. Seperti yang saya alami kemarin...
Alhamdulillah dompet kembali dengan uang yang utuh.. Jadi pelaku pencopetan itu saya perkirakan 4 orang.....
Saya naik dari halte senayan menuju stasiun Sudirman, sebelum jembatan Karet, Bis yang saya tumpangi mendapat operan penumpang dari bis lain, dan 3 dari tambahan penumpang inilah pencopet itu.. Ketika hampir tiba di Stasiun Sudirman, saya bergegas berdiri untuk turun (saya turun di pintu depan bis), tiba2 seorang bapak menarik2 celana saya, saya liat sekilas dan berpikir si bapak mungkin terkena penyakit "ayan", untung segera tersadar saya langsung meraba kantong dan bersyukur dompet dan handphone yang saya taruh di saku kantong depan masih ada...
Kelalaian saya, karena merasa dompet dan handphone masih ada, saya tidak memegangi kedua barang tersebut, dan ketika bis bener2 berhenti saya baru sadar kalau dompet sudah hilang dari saku depan sebelah kanan celana.. Sayapun langsung berbalik arah tidak jadi turun dan langsung berteriak di dalam bis, "Mana dompet Saya??" teriakan yang sangat keras, kemudian saya memandang si bapak yang narikin celana "ngapain anda narik2 celana saya tadi??" sambil menunjuk2, lalu si bapak menjawab "mana? saya tidak mengambil dompet, coba periksa (sambil melebarkan kedua tangannya)".. Sayapun langsung menoleh ke arah sebelah kanan dimana ada seorang bapak lagi yang saya yakini adalah orang yang mengambil dompet dari saku celana... dia langsung menjawab "Mana? Jangan asal nuduh? (juga sambil melebarkan kedua tangannya)".. Saking berangnya saya berteriak di dalam bis dan kepada orang yang sudah turun, (kebetulan ada 4 wanita yang sudah turun), bahwa tidak boleh ada yang pergi sebelum saya selesai meriksa satu per satu...
Sayapun langsung terbayang betapa malasnya harus ke kelurahan, Samsat dan sebagainya untuk mengurus KTP, SIM, STNK dll di dalam dompet.. Sayapun kembali berteriak ke arah belakang, mungkin insting atau apa saya langsung menunjuk2 ke arah belakang bis "Anda boleh mengambil uang saya tapi tidak dompet saya"... Lalu tiba2 ada cewek yang tadi duduk di belakang ketika saya berdiri (bagian depan) dan langsung pindah ke belakang bis ketika saya hendak turun, menjawab "saya ga ngapa2in, saya cuma pindah ke belakang".. Trus saya bilang sambil teriak "anda tetap disana sampe saya selesai meriksa semua orang!!"..
Sayapun mulai mendekati satu per satu penumpang, lalu tiba2 kernet bis tersebut berjalan ke arah pintu depan lewat luar bis, dan teriak "Mas, kita mau jalan".. dengan teriakan yang lebih besar saya bilang "GA BISA!!", saya mulai hendak meriksa tiba2 ibu yang dibawah bilang "Mas, mungkin itu dompetnya. sambil menunjuk ke bawah bis, dan benar dompet saya berada di bawah bis, sayapun mengambil dan diteriakin oleh pencopet si bapak yang menarik2 celana saya, dan si bapak yang mengambil dompet dari saku...
Well.. Kalaupun dompet saya tidak dibalikin saat itu, saya pasti akan menyerang si bapak yang menarik2 celana saya, peduli amat.. yang saya pikirin adalah setidaknya saya sudah berjuang untuk mempertahankan milik saya, dan saya tidak mau terlihat bodoh dan menahan kekesalan ketika mau tidur karena tidak berbuat apa2.. Cukup sekali saya merasa seperti itu... Toh kalaupun saya ditonjok, saya bisa menonjok balik.. Dan saya juga pernah merasakan bagaimana rasanya ditonjok dan menonjok.. Tadinya saya akan menggunakan tas yang berisi lebih dari 10 buku untuk memukul si bapak yang menarik2 celana saya kalau memang dompet tidak kembali.. Yang penting adalah melampiaskan kekesalan ke orang yang sudah pasti salah satu dari pencopet.. Masalah takut dikeroyok atau ditusuk? Mungkin Adrenalin kali yah, ketika adrenalin sudah memuncak, maka rasa takut dan kekuatan yang kita punya akan melewati batasnya.. Seperti yang saya alami kemarin...
Alhamdulillah dompet kembali dengan uang yang utuh.. Jadi pelaku pencopetan itu saya perkirakan 4 orang.....
- Pertama bapak2 berumur 45 tahunan, kaos lusuh, celana jeans menggunakan tas, tinggi 165-170 cm.. Fisikinya agak2 mirip dengan Kevin Bacon dengan kulit lebih gelap, dan tubuh yang agak kurus.. Dia adalah orang yang narik2in celana saya...
- kedua bapak2 yang juga berumur sekitar 45an tinggi sekitar 170cm, menggunakan kemeja warna cream, celana jeans warna cokelat, juga dengan tampilan fisik mirip kevin bacon.. Saya memperkirakan bahwa dia adalah orang yang mengambil dompet dari saku celana saya...
- Cewek, berusia 25an, rambut hitam dengan panjang sebahu lebih dikit tinggi sekitar 165 cm, kemarin menggunakan kaos warna hijau, dan celan jeans sampe lutut.. Saya memperkirakan si cewek ini adalah orang yang memegang dompet saya setelah diambil oleh bapak kedua..
- dan terakhir kernet kopaja 19 (saya tidak mencatat no polisinya), dia adalah orang yang melempar dompet saya ke bawah bis.. Karena satu2nya orang yang berjalan dari belakang ke tempat dompet saya ditemukan cuma kernet itu..
Ketika jalan ke stasiun, ibu yang ngasih tau dompet saya di bawah bis, berkata bahwa dia melihat tangan si bapak kedua masuk ke saku celana saya.. Yah, hikmahnya adalah kita harus berani.. Berani mempertahankan apa yang menjadi milik kita...

