Rabu, 25 Maret 2009

Confession Of A Shopaholic

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Romantic Comedy
Mengawali akhir pekan yang sangat panjang minggu ini, maklum senin kemaren hari terakhir ujian dan setelah itu libur ^^., bersama dengan teman-teman dari asrama Ravenclaw Yudha, Sosro, Ani, dan Halim ditambah Aga.. Kita nonton film ini di PIM...

Film yang diangkat dari novel karya Sophie Kinsella ini mengisahkan tentang kehidupan seorang jurnalis Rebecca Bloomwood yang mempunyai obsesi bekerja di salah satu majalah fashion "Alette".. Namun posisi tersebut telah diisi oleh "Alicia Long b*c*h Leg", akhirnya Rebecca bekerja sebagai jurnalis finansial di sebuah majalah keuangan.

Rebecca ini mempunyai masalah kejiwaan yaitu hasrat untuk belanja yang sangat besar sehingga dia harus berurusan dengan debt collector "Derek Smeath".. Mulai dari sini dia berusaha untuk melepaskan diri dari hasrat belanja dan hidup dalam dunia yang penuh dengan kebohongan..

Kisahnya sendiri sangat sederhana, mulai dari persahabatan sampai masalah keluarga... Film ini mengingatkan saya pada seorang teman "You-Know-Who" yang tingkah lakunya sangat mirip dengan Rebecca Blomwood.. Yah, mulai dari pemburu diskon (ga bisa melihat tulisan SALE, terutama akhir tahun), caranya mengepaskan kipas, joget dan semuanya... Hehe,

Buat temen saya diatas, saya punya jurus jitu biar situ bisa melepaskan diri dari nafsu belanja yang sangat berat, padahal itu adalah fana, penutup aurat, dll.. Ucapkan "My wallet is closed, i dont wanna shop 3 x" ^^

Selasa, 24 Maret 2009

Coretan aja...

Sekelumit kejadian hari ini membuat saya berpikir.. Mungkin ini adalah yang terbaik menurut DIA buat saya atau mungkin kita semua..

Saya pernah berjanji kepada diri sendiri untuk tidak mengungkit the "L" words dalam semua tulisan saya, tapi entah mengapa hal yang saya alami tadi membuat saya ingin menulis hal yang ga penting ini

Memang, pilihan saya untuk kembali kuliah di tempat ini adalah karena saya menghindari sesuatu.. Tapi setelah saya kuliah dan mulai berpusing ria dengan semua angka dan rumus2 membuat saya berpikir ulang, mengapa saya tidak menjalani hidup saya yang sudah nyaman secara finansial tapi tidak nyaman secara "batiniah" seperti dulu. Beberapa minggu terakhir saya sempat berpikir (mungkin karena ditambah ujian yang membuat saya cukup stress), mengapa saya menjadi seorang pengecut yang hanya bisa menghindar dari semua masalah, bukannya mencoba mengatasi masalah tersebut.. Tapi, kejadian hari ini benar2 membuat saya berubah pikiran kembali.. Ok, saya memang plin-plan..

Seorang teman bercerita tentang kehidupannya yang apa ya, bisa dibilang cukup berat. Selama beberapa tahun dia tersiksa dengan apa yang dinamakan "L" words (ga usah diceritain detailnya ya), tak lama kemudian, teman yang lain bercerita tentang masalah yang sama. Sebuah benang merah kejadian hari ini yang membuat saya berpikir, mungkin ini jawaban dari Tuhan ^^. Ok, sebenarnya orang yang ada di sekitar saya juga mempunyai masalah yang hampir sama dengan apa yang saya alami. Dan, saya langsung membayangkan apabila saya berada di posisi mereka, saya pasti tidak akan sanggup, karena saya adalah orang yang lemah.. Dan saya bersyukur tersiksa oleh angka-angka dan rumus-rumus daripada tersiksa oleh hal yang tidak penting yang bisa menghancurkan masa depan..

Singkat cerita, dalam perjalanan pulang. Bersama Miss NWA kita sepakat bahwa kuliah adalah pilihan yang paling baik untuk melupakan masalah hidup sejenak, karena selain waktu yang tersita oleh tugas yang menumpuk, saya juga memiliki banyak teman yang bisa membuat saya tertawa disini.. 

Tapi mana yang lebih baik, pusing karena kuliah atau pusing karena mikirin masalah hidup? Klo saya mending ga pusing kali ya... ^^ 



Kamis, 05 Maret 2009

Ini Mushola Akhwat

Kata itulah yang saya dengar tadi dari dalam mushola gedung C kampus tempat saya mencari ilmu.. Mushola itu adalah tempat saya bersama temen-temen ikhwan lainnya sholat bila lagi kepepet antara waktu kuliah dan waktu sholat..

Seperti biasa, tadi sore.. Waktu ashar, hujan yang sangat deras melanda bintaro dan sekitarnya.. Beberapa temen saya sudah melirik ke arah mushola tersebut yang ternyata tertutup dan saat lewat mereka mendengar suara Akhwat lagi ngobrol disana.. Karena Adzan sudah selesai dan dosen masih belum datang, saya bersama beberapa temen segera menuju mushola itu untuk sholat dan langsung mengetuk pintu karena terkunci dari dalam..

Awalnya tidak ada suara yang menjawab, padahal dari awal kita sudah mengetahui ada perempuan yang sedang berada di dalam (entah apa yang dilakukan mereka), setelah mengintip ke dalam, dan mengetuk beberapa kali barulah suara dari dalam menjawab "INI MUSHOLA AKHWAT" 

Mendengar jawaban itu, beberapa dari temen ada yang kaget termasuk saya.. Karena selama ini mushola itu untuk umum bukan untuk AKHWAT semata.. Apalagi dengan pintu yang dikunci dan sepatu yang dimasukkin di dalam.. Setelah di desak, mereka masih tidak mau membukakan pintu mushola.. 

Dengan sedikit kesal, akhirnya kitapun balik ke kelas dan menunda sholat ashar.. Maklum, kondisi tadi sore tidak memungkinkan kita untuk menerobos hujan deras..