Senin, 31 Januari 2011

Blue Valentine

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Tertarik nonton film ini, ketika saya membaca obrolan Mbak Hanitje dan Mas Ancha di Twitter, kebetulan ada temen yang mau ke lapak DVD bajakan, jadinya saya nitip film ini. Bukan itu saja, saya juga salah satu penggemar Michelle Williams. Dengan Tagline “A Love Story”, dan poster yang memajang adegan kissing antara Gosling dan Williams, sebenarnya sudah bisa ditebak cerita film ini.

Mengisahkan kehidupan sepasang suami istri Dean (Gosling) dan Cindy (Williams), yang memiliki hubungan yang memburuk setelah bertahun-tahun menikah, dengan seorang anak yang lucu nan imut. Dean seorang buruh, sedangkan Cindy adalah seorang perawat. Dari awal, konflik antara suami istri sudah diperlihatkan, mulai dari cara makan dan sebagainya. Dean yang posesif, berusaha untuk mempertahankan rumah tangganya dengan Cindy, sedangkan Cindy yang sudah jenuh mencoba untuk melepaskan diri dari Dean. Yah begitulah kisah film ini.. Atau setidaknya seperti itu... Tonton sendiri yah..

Alur yang maju mundur, membuat saya terpaksa menahan kantuk yang teramat sangat ketika menyaksikan film ini, memang sih ada beberapa adegan yang membuat saya zzzzzzzzzzzz, tapi ada juga beberapa adegan yang bikin melek. Yang paling saya suka dari film ini adalah endingnya, saya memang suka dengan film2 dengan ending seperti ini. Not bad, cukup menghibur, dan please jangan ngajak anak kecil kalau nonton film ini.

Minggu, 30 Januari 2011

Salahkan Dani!!!

Jadi begini ceritanya, sabtu kemarin saya janjian sama DaniMona dan Syarah ke Planetarium, janjiannya sih udah lama sekitar 4 bulan yang lalu deh, karena saya pikir dani adalah ateng alias anak menteng, jadi saya anggap dia tau dan hapal semua hal yang ada di daerah itu, mulai dari jadwal show Planetarium atau teater jakarta hingga rute ke TIM tersebut....

Salahkan Dani #1

Syarah si mojang Bandung yang baru dua bulan di Jakarta, memang tidak tau dimana Planetarium, jadi ketika dia bertanya kemanakah dia harus berangkat, sayapun bertanya ke dani, Dani menyarankan syarah untuk naek busway kemudian turun di salemba UI, tapi saya mengubah alurnya supaya turun di halte Matraman kemudian lanjut naek taksi bareng saya dan mona. Ternyata eh ternyata, ketika sampai di Planetarium, syarah berkata “Lho, inikan di belakang kostku”. Jadi, salahkan siapa? Dani....

Salahkan Dani #2

Sampe di Planetarium, ternyata tutup!!!!!! Maafkan kami Syarah, ini semua karena siapa? Dani.....

Salahkan Dani #3

Nungguin temennya dani, mas fekum , yang katanya dah di jalan, ternyata eh ternyata butuh waktu satu jam untuk nunggu temannya, untung ada toilet di tempat nunggu huehe, siapa yang disalahkan? Dani...

Salahkan Dani #4

Atas saran Dani Karena planetarium tutup, kita menuju ke Goethe, niatnya sih pengen nonton atau apalah disana, ternyata eh ternyata, isinya anak kursus bahasa jerman dan tidak ada hiburannya, padahal kita sudah jalan cukup lumayan dari TIM sampe Goethe, semuanya salah siapa? Dani

Salahkan Dani #5

Karena pada tutup, kita Cuma makan di sabang, di restonya Pak Bondan di sebelahnya resto punya timmie (Aih sok akrab, kenalpun nggak), disana ketemuan sama Fajri yang baru pulang kerja (rajin banget yah dia), habis makan kita diajak muter2 (jalan kaki) trus ke Taman Suropati untuk liat latihan keroncong.. Ternyata sampe sana... jreng.. jreng... Ga ada apa2.. Cuma satu dua orang lagi latihan biola ajah.. Semuanya salah siapa? (Semesta Menjawab) DANIIII......

 

Ok Tulisan Super Lebay ini, tidak semuanya fakta, FAKTA bangeeeeet pokoknya ga ada yang ditambahin, hanya inspired by true event saja, jadi jangan dianggap serius, begitu2 Dani itu temen gue, sahabat gue, bestfriend gue, sohib gue, online buddy gue (inspired by mona)....

*siap2 kabur sebelum dia yang namanya diatas datang dan mencabik gw yang tampan ini*

 

[GeJe] Mistakes i've ever made

We must not say every mistake is a foolish one. -Cicero

Semua orang pasti pernah berbuat kesalahan, begitu pula saya. Terkadang saya membuat keputusan tanpa memikirkan konsekuensi di belakangnya, padahal kalau saya memikirkan lebih lanjut dan memahami lebih mendalam, dampak dari keputusan yang saya buat tidak akan merugikan banyak orang, setidaknya saya bisa meminimalisasi dampak negatif dari perbuatan yang dilakukan.

Sebagai manusia, apabila kesalahan telah dibuat, tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengubahnya, ok, mungkin memperbaiki kesalahan bisa dilakukan, namun memperbaiki kesalahan itu tidak segampang melakukannya. Jadi, yang bisa dilakukan adalah melihat kesalahan yang telah dibuat itu melalui sisi positif, susah sih. Cuma mau hidup dengan dihantui rasa bersalah?

Ah sudahlah.. mari kita menikmati minggu malam dengan segelas kopi...

 

 

Hope ft. Jason Mraz - Love Love Love




Pertama kali dengerin lagu waktu lagi nunggu antrian di Hepap Bintaro, pas mau masuk ke ruangan si mbak2nya muterin lagu ini.. Enak bangeet, sekilas suara si Hope ini mirip dengan Colbie Caillat... Suaranya yang merdu2 renyah gimana, dan disandingkan dengan Jason Mraz yang digilai oleh wanita :)

Lagunya enak, easy listening bangeeet... Cocok untuk suara mereka berdua...

Love, Love, Love, Love, Love
Giving me
Love, Love, Love
More than I ever need

Verse
Love, you're so distracting
Am I overreacting, For feeling this way
And ever, since I met ya, I can't keep my attention
And you are to blame

Chorus
You're love's a permanent distraction, a perfect interaction
a feeling so extreme
I lost my appetite to eat, and I barely get to sleep
Cause you're even in my dreams
And I thought that I was strong but I knew that all along, this was out of my control
So I fell into your hands, and i don't know where we'll land,
I'm just going with the flow

Love, Love, Love, Love, Love

Verse
Somedays, I want to run away
This feels so perfect, it's breaking my heart
Yeah we could, we could stay here happy
Or after summer, be two worlds apart

Chorus
You're love's a permanent distraction, a perfect interaction
a feeling so extreme
I lost my appetite to eat, and I barely get to sleep
Cause you're even in my dreams
And I thought that I was strong but I knew that all along, this was out of my control
So I fell into your hands, and i don't know where we'll land,

[ From: http://www.metrolyrics.com/love-love-love-lyrics-hope.html ]

I'm just going with the flow

Giving me, Love Love Love, Love Love
More than i ever need
Giving me Love Love Love

Bridge
You're Love, Is coming like a freight train
Ain't nothing gonna stop it,
It's heading for my heart,
You're Love, is bigger than a rain cloud
It covered up my whole skies
It's filling up my heart,
My heart with
Love, Love, Love, Love, Love
More than I ever need
giving me
Love, Love, Love

Chorus
You're love's a permanent distraction, a perfect interaction
a feeling so extreme
I lost my appetite to eat, and I barely get to sleep
Cause you're even in my dreams
And I thought that I was strong but I knew that all along, this was out of my control
So I fell into your hands, and i don't know where we'll land,
I'm just going with the flow

Giving me
Love, Love, Love, Love, Love
More than I ever need
(Repeat)

Kamis, 27 Januari 2011

Wisata Kondangan : Spirit of Java


The Jump, The Last, But not the least :)

Ceritanya wiken kemaren saya maen ke Jawa Tengah bagian selatan, mulai dari solo-jogja-purworejo. Tujuan utamanya sih ke kawinan sahabat guwweeehh gitu, tapi karena jalan sama anak2 sepermainan, jadinya kesana sekalian wisata, dengan budget yang terbatas pastinya.

Perjalanan dari Jakarta dimulai jumat sore, berempat saya, Aga, Sosro, dan Kak Atrin berangkat dari Lebak Bulus, sampe solo Kertasura sabtu subuh, langsung ke Hotel tempat azizah nginep, tak lama kemudian rombongan kedua Dahlan, yoni, dan kondra dari Jakarta datang. Acara kawinannya sendiri mulai jam 12.30, jadi sebelum kesana kita sempat muter2 di Solo sebentar naik Batik Solo Trans, hanya sempat berkunjung ke Keraton Solo, yang menurut saya ga begitu terawat dengan baik.

Menjelang siang balik ke hotel, trus nyari taksi buat ke acara kawinan. Oh ya taksi yang kita naikin ga bangeet, namanya Mahkota Ratu, dengan no taksi 111, yang nyetir bapak2 gede dan berkulit gelap, amat sangat tidak ramah. Temen saya sempat beradu mulut dengan bapak itu. Habis dari kawinan, kita bertolak ke jogja naek prameks dari stasiun purwasari.

Sampe jogja, langsung ke hotel karunia di jalan sosrowijayan, tak jauh dari stasiun tugu. Malamnya langsung muter jogja, malioboro sih tepatnya, nyobain kopi joss dan ke sekaten, kebetulan disana ada lagi ada pertunjukan kesenian, sempat liat2 sebentar sih.

Minggu pagi, tanpa sarapan dulu kita menuju ke daerah Kinahrejo, ceritanya wisata erupsi nih, memang maha dahsyat letusan merapi akhir tahun lalu. Meratakan tanah dan memusnahkan pohon2 di sekitarnya, dan memperbesar kawah di puncak merapi. Selesai dari sana kita balik ke hotel, check out, lalu bertolak ke prambanan, muter2 prambanan yang lagi mendung, langsung ke Cokelat Monggo di daerah Kota Gede.

Menjelang sore, kita berpisah, karena besoknya ada yang harus kerja. saya? Masih tinggal di jogja ketemuan dengan rama dan julius, malamnya muter2 jogja yang gerimis, ke alkid dan keliling jogja tengah malam. Besok paginya nyari oleh2 dan langsung ke Purworejo, singgah ke tempat Aga. Ternyata Purworejo itu kotanya adem dan nyaman, wajar klo temen saya bilang klo itu kota pensiun, puas muter2 purworejo selama dua jam, istirahat sebentar di rumah aga, sorenya langsung balik ke Jakarta sendirian.

Perlu dikasih rincian biaya? Ga usah ya hehehe...

Rabu, 12 Januari 2011

Anger Management

Semua orang pasti punya batas kesabaran, dan klo sudah sampai titik itu, pasti ujung-ujungnya jarang berakhir bahagia, klo ga sampe ada yang berdarah-darah, minimal salah satu pihak pasti makan ati. Dan satu lagi, marah-marahlah pada tempatnya.

Cuma mau menceritakan kisah hidup saya sebagai orang yang baik hati aja nih. Jadi, sebagai orang yang baik hati, banyak pihak yang menceritakan kehidupan pribadinya ke saya, mulai dari yang menangis-nangis ria, sampe yang mau banting barang di kostan (L to the B to the Y), tapi, ada satu pasien saya yang klo cerita isinya marah-marah, sampe saya bosen dengernya.

Sebutlah namanya si A, sejak setengah tahun yang lalu dia bermasalah dengan B, C, D, dan E. Nah, setiap dia cerita ke saya sejak 6 bulan yang lalu itu, mostly isinya umpatan, cacian, dan makian ke BCDE. Sudah beberapa kali saya bilang, udahlah sabar, jangan diungkit lagi bla bla bla bla dan beberapa omongan lain yang intinya “Stop it, gw udah eneg denger omelan lo tentang orang2 itu”. Tapi seolah tidak peduli dia terus aja ngomel2 tentang orang itu ke saya yang baik hati ini.

Sekali dua kali sih, ok, tapi klo lama.. beuuuuuuhhh eneg juga, udah di”damaikan” tetep aja ngomel2, mau apalagi coba? Ya udah dong yah, saya dengerin aja omelannya, termasuk tadi siang sampe dia bilang F**K h** damn it, k*****t, dan semua hal yang tak layak untuk didengerkan. Semua hal ini, membuat hati saya yang bersih menjadi ternoda. Saya bener-bener bingung menghadapi orang yang satu ini.

Saya jadi berpikir, mungkin anak itu belum cukup dewasa kali yah, sehingga dia belum bisa mengendalikan emosinya dengan bener, di satu sisi, saya eneg banget sama si A, tapi di sisi lain, saya merasa kasihan karena dia hanya menghabiskan hidupnya untuk memikirkan hal-hal jelek yang mungkin tidak pernah dipikirkan oleh orang lain yang dianggap sebagai musuhnya itu.

Btw isinya ga ada kaitan dengan judul yah?

Kamis, 06 Januari 2011

Sedikit Serius

Hampir setahun sudah publik kita dikejutkan oleh seorang pegawai pajak yang sangat fenomenal itu. Teman-teman pasti sudah mengetahui beliau yang namanya sudah sering disebut itu, sejak saat itu pula, julukan baru kepada saya dan mungkin beberapa teman yang bekerja di instansi yang sama dengan Gayus mulai bermunculan.

Saya sendiri menganggap hal itu sebagai sesuatu yang wajar, mungkin itu ungkapan kemarahan publik yang sudah menggunung atau mungkin mereka hanya ikut2an benci, saya juga ga ngerti, yang pasti, sejak kejadian itu, banyak yang mencibir dan mencela saya, walaupun kata mereka itu hanyalah candaan belaka. Seperti saat lebaran, ketika saya datang ke kumpulan temen2 SMA, sebagian mereka bilang “wow, Gayus datang”, atau diteriakin sebagai Gayus di gerbong kereta, ataupun sopir bis dan bajaj yang sekarang mengatakan kantor pajak adalah kantor gayus, catatan aja sih, kantor gayus itu di KPDJP Jl. Jend Gatot Subroto, Cuma disana dia ngantor :p, jadi selebihnya bukan kantor gayus

Sudah hampir setahun kondisi itu saya lalui, dan saya sudah terbiasa. Tapi semalam ketika saya membaca salah satu tulisan teman yang komplen mengenai pajaknya, saya membaca komen satu per satu. Salah satu komen itu mengatakan bahwa semua orang pajak adalah setan kurap, brengsek dan bla bla bla, saya merasa kurang setuju dengan komen yang terlalu menggeneralisasi itu.

Memang, sangat susah mengubah pikiran jelek dalam diri seseorang, walaupun sudah berbuat sebaik mungkin, pasti akan ada cacat atas semua yang telah dilakukan.  Hanya info aja, kondisi seperti gayus itu terjadi karena ada supply and demand, selengkapnya bisa dibaca disini. Satu lagi, harap bisa membedakan antara Pajak Daerah dan Pajak Pusat. Dan please.. be a smart tax payer dan belajarlah untuk berempati..

*siap2 dicibir* *kabur jauh2*

Tambah Usia

Beda orang, pasti beda juga memaknai penambahan usia.

Klo bagi saya, tambah usia = pemborosan... 

 

*tulisan geje* 

Terima kasih atas ucapannya baik di MP, Fesbuk, Twitter, SMS, Telp, imel, atau yang live atau lewat media lain yang terlupakan.. maaf telat balasnya karena kemarin saya bersemedi di luar kota......

God Bless Us All..