Selasa, 28 Juni 2011

bete itu pasti berlalu

Beberapa hari ini gue lagi bete abis, akibat kebetean ini kelakuan guepun memburuk, sampe ada beberapa orang yang bilang klo gue punya nama yang bagus tapi akhlak ga bagus. Diantaranya ada yang gue balas dengan kalimat begini "daripada elo udah nama ga bagus, muka sama kelakuan juga sama ga bagusnya".. Intinya silet gue kembali menajam... Dihujat? Sudah sering, dan itu juga bukan urusan gue lagi, toh klo dihujat berarti ngurangin dosa guekan?.. Terserah lo pada deh...

Ga tau mood gue menurun drastis sejak akhir Ujian Komprehensif Tertulis kemaren.. Ga tau kenapa.. Dan minggu kemaren gue disuruh pindah ke Depok sebelum tanggal 9.. Tambah parahlah emosi ini naik turun, karena gue ga mau buru2 pindah ke Depok.. Malas harus penyesuain lagi dan bla bla bla.. Gue masih cinta mati sama kost ini dan kamar ini... hahaha

Dan kasian lagi yang disana, dia jadi korban... Maafkeun... Padahal gue itu orang baik dan tidak sombong.. Kelakuan selama dua minggu benar2 bukan gue banget dan di luar kuasa gue, mungkin ada yang sengaja menggunakan boneka voodoo biar gue mendapat masalah terus berhari2 kemaren....

Syukurlah dua hari ini lumayan membaik (Insya Allah).. Udah ga moody lagi, mungkin masa2 PMS itu sudah berlalu.. Klo mau pindah ke Depok sebelum tanggal 9, sok ateuh.. Saya mah nurut aja...

Sekian.....



Kamis, 23 Juni 2011

Pai Hsiao Ma

Tahun ini, Indonesia open super series naik tingkat menjadi Indonesia Open Premiere Super Series, dengan Djarum sebagai sponsor utamanya. Dengan adanya embel2 kata Premiere maka turnamen ini klo diibaratkan dengan Tenis, merupakan salah satu Grand Slam, dan merupakan turnamen bulu tangkis dengan hadiah terbesar kedua setelah Korea Open Super Series. Jadi, peringkat 1 – 10 dunia wajib mengikuti pertandingan ini. Lengkapnya bisa dibaca di tempatnya dansaDi babak penyisihan aja ramenya kayak perempat final, seneng bisa ngeliat Wang Yi Han, Lin Dan, Bou Chun Lai, Wang Xin, Christina pedersen/Nielsen, dan beberapa pemain yang unyu2 terutama dari korea. Salut deh buat abegeh2 Indonesia, saya kira mereka hanya tau dengan D’Massive dan beberapa band lipsing lainnya, tapi ternyata mereka mengenal mengenal Wong Py Tti, Lee Yong Dae yang mukanya kek boyband korea itu, Hans Kristian Vittinghus dan bla bla bla, intinya penonton Indonesia tau pemain yang cantik dan ganteng2. Ga peduli tekniknya bagus atau biasa aja, yang penting good looking pasti dikenal sama orang indo...

Babak penyisihan seru bangeet.. Seru beuth, maklum karena pemain kelas dunia semua yang tampi,l jadi penyisihan berasa nonton final saking ketatnya pertandingan. Sayang salah satu penonton yang terunyu baru mau teriak2 setelah maghrib alias setelah Pai Hsiao Ma tampil..

Siapa itu Pai Hsiao Ma? Dia adalah pemain peringkat 54 dunia asal Cina Taipei dan merupakan pemain terunyu di babak penyisihan kemarin, sayang dia dikalahkan sama mantan pemain no 1 dunia jeung Wang Yi Han. Mungkin dia kalah karena terganggu konsentrasinya, maklum saat memasuki hall atlet kemaren, tas Pai ditarik sama salah satu fans yang pengen ngajak si Pai foto bareng, jadi dia masih sedikit shock. Gpp ya Pai.. Yang sabar.. *penggemar kecewa*

Pai in action

Besok sudah semifinal, so far penampilan Adriyanti dan temans masih bagus2... Semoga bisa tembus ke final yah kakak2....

Pai and Fans

Ps : Gambar dicomot dari fesbuk Agaphilaksmo Adhyarsa Parayudha dan Sigit Priyanto

Alhamdulillah... Lulus kuliah juga akhirnya... Saatnya kembali bekerja dan menerima gaji yang utuh....

Sabtu, 18 Juni 2011

Boom... Booom.. Boom...

Bermula ketika saya tengah guling2an diatas kasur (pengantar yang penting), saya mengamati obrolan grup teman2 SMA di hape. Awalnya sih saya tidak begitu nanggepin obrolan mereka tentang bom, karena sempat berpikir itu cuma gosip untuk menyemarakkan sabtu pagi, namun ketika ternyata berita itu benar, mulailah saya panic at the disco.

Lubuklinggau adalah tempat saya lahir dan dibesarkan, walaupun keluarga saya pendatang di kota itu karena ayah saya ditugaskan disana (siapa yang nanya), tapi saya merasa that’s my hometown.. (Ya iyalah wong lahir disana).. Berjarak lebih dari 300 KM dari ibukota provinsi. Lubuklinggau dapat diibaratkan Forks City-lah klo di Amerika, karena kota ini sejuk, damai, tenteram dan hujan yang sering turun, hanya saja tanpa vampir atau werewolf yang suka berkeliaran disana, maklum si vampir yang rupawan itu sedang berada di Jakarta, lebih tepatnya di Tangerang Selatan sedang menuntut ilmu demi masa depan si vampir.. Eaaaaaaaaaaaa.... Kriik.. Kriikk...

Jadi begini, Jam 10an ada bom meledak di Swalayan yang bernama SM (Sounds Weird) bukan S & M hahaha (stay positive). Bom yang low explosive alias berdaya ledak lemah itu meledak di lantai tiga swalayan tersebut, hanya satu korban akibat ledakan itu, yaitu si pemilik swalayan yang namanya entah siapa, terluka di bagian perut dan sekarang sedang dirawat intensif di salah satu rumah sakit milik pemerintah disana.

Ketenangan kota jadi terganggu, entah apa motifnya, ada yang bilang dendam pribadi, mbok ya klo dendam pribadi ga usah pake acara bom2an segala, diselesaikan secara betina gitukan lebih baik, jadi tidak menimbulkan kepanikan masyarakat termasuk saya, kalaupun itu kerjaan teroris, berkaitan dengan sea games yang bakal diadain di sumsel, mmmmmm kenapa ga bangun masjid atau tempat ibadah lainnya kan dapat pahala, lagian klo bangun tempat ibadah itukan banyak manfaatnya, yah mungkin bisa dikategorikan amal jariyah kali yah, kan bermanfaat bagi orang lain.. Ga tau lah, yang pasti disana orang2 tidak ada yang berani keluar malam ini (habis baca status fesbuk temen2 di kampung).

Semoga kejadian ini merupakan yang pertama dan terakhir... saya sedih.. *menunduk lesu*

Beberapa saat pasca ledakan

Rabu, 08 Juni 2011

(Flash Non Fiction) : Tokoh Antagonis

Dalam suatu perjalanan teman2 yang ga gue ikuti ke selatan jawa, terlibatlah suatu percakapan antara si A, B, C, dan D... Percakapannya seperti ini :

A : Lho si Muse yang ganteng itu mana?
B : Ga ikutan dia, sibuk minta tanda tangan dosen
A : Yah, ga seru dong yah, ga ada tokoh antagonis...

C dan D, hanya figuran dalam cerita diatas, ketika si B menceritakan kejadian ini, gue langsung mendelik ala Leily Sagita....

*suara jangkrik berpadu dengan suara babi*