Bermula ketika saya tengah guling2an diatas kasur (pengantar yang penting), saya mengamati obrolan grup teman2 SMA di hape. Awalnya sih saya tidak begitu nanggepin obrolan mereka tentang bom, karena sempat berpikir itu cuma gosip untuk menyemarakkan sabtu pagi, namun ketika ternyata berita itu benar, mulailah saya panic at the disco.
Lubuklinggau adalah tempat saya lahir dan dibesarkan, walaupun keluarga saya pendatang di kota itu karena ayah saya ditugaskan disana (siapa yang nanya), tapi saya merasa that’s my hometown.. (Ya iyalah wong lahir disana).. Berjarak lebih dari 300 KM dari ibukota provinsi. Lubuklinggau dapat diibaratkan Forks City-lah klo di Amerika, karena kota ini sejuk, damai, tenteram dan hujan yang sering turun, hanya saja tanpa vampir atau werewolf yang suka berkeliaran disana, maklum si vampir yang rupawan itu sedang berada di Jakarta, lebih tepatnya di Tangerang Selatan sedang menuntut ilmu demi masa depan si vampir.. Eaaaaaaaaaaaa.... Kriik.. Kriikk...
Jadi begini, Jam 10an ada bom meledak di Swalayan yang bernama SM (Sounds Weird) bukan S & M hahaha (stay positive). Bom yang low explosive alias berdaya ledak lemah itu meledak di lantai tiga swalayan tersebut, hanya satu korban akibat ledakan itu, yaitu si pemilik swalayan yang namanya entah siapa, terluka di bagian perut dan sekarang sedang dirawat intensif di salah satu rumah sakit milik pemerintah disana.
Ketenangan kota jadi terganggu, entah apa motifnya, ada yang bilang dendam pribadi, mbok ya klo dendam pribadi ga usah pake acara bom2an segala, diselesaikan secara betina gitukan lebih baik, jadi tidak menimbulkan kepanikan masyarakat termasuk saya, kalaupun itu kerjaan teroris, berkaitan dengan sea games yang bakal diadain di sumsel, mmmmmm kenapa ga bangun masjid atau tempat ibadah lainnya kan dapat pahala, lagian klo bangun tempat ibadah itukan banyak manfaatnya, yah mungkin bisa dikategorikan amal jariyah kali yah, kan bermanfaat bagi orang lain.. Ga tau lah, yang pasti disana orang2 tidak ada yang berani keluar malam ini (habis baca status fesbuk temen2 di kampung).
Semoga kejadian ini merupakan yang pertama dan terakhir... saya sedih.. *menunduk lesu*

Beberapa saat pasca ledakan