Menjadi saksi pernikahan atau kelahiran pastinya menyenangkan, sebaliknya menjadi saksi mata kejadian yang menakutkan sekaligus memuakkan sungguh tidak enak.
Dan saya mengalami kondisi kedua, dimana saya melihat seseorang yang dianiaya secara psikis dan setengah fisik, melihat dengan mata kepala sendiri sungguh menakutkan, ingin bercerita tapi bingung cerita ke siapa, dan si korban juga tidak mau bercerita kepada siapapun termasuk saya yang notabene dia tau kalau saya mengetahui kejadian itu.
Entah darimana tiba2 kejadian tesebut terbongkar di muka umum. Selidik punya selidik ternyata si saksi lain lagi yang menyebarkan berita itu, memang pada saat kejadian tersebut saya dan satu orang lagi mengetahuinya. Dari situ, publikpun mulai mengorek2 informasi mengenai kejadian yang cukup mengerikan itu, dan saya tetap bungkam.
Ah, entahlah sejauh ini saya tidak tau apa yang harus diperbuat, menjaga rahasia ini sendiri atau entahlah, karena si korban sendiri tidak pernah saya temui sejak kejadian tersebut.
Selasa 28-09-2011.. Menjelang Sore…