Sabtu kemaren, saya menonton salah satu talkshow yang mengisahkan tentang pembunuhan seorang Mahasiswi Inggris di Italia, dia seorang mahasiswi pertukaran yang diduga dibunuh oleh teman sekamarnya, Amanda yang juga mahasiswi pertukaran asal Amerika. Apa kaitannya dengan judul? Ketika saya menonton acara tersebut, dalam obrolan, pihak keluarga Amanda (Tersangka pembunuhan), menyalahkan media yang terlalu “melebaykan” setiap gerak gerik amanda, seperti stretching yang dilakukan, media memberitakan bahwa amanda melakukan split dan jungkir balik selama di tahanan, dan bla bla, yang menganalogikan bahwa amanda merasa puas setelah temannya meninggal. Padahal, stretching itu wajar dilakukan oleh orang yang terlalu lama duduk karena diinterogasi. Pemelintiran kalimat inilah yang kemudian dijadikan alasan juri untuk menghukum si Amanda selama 26 tahun atas tindakan yang “mungkin” tidak dilakukannya.
Tidak hanya di luar negeri saja, di negeri ini, pengadilan oleh media sering saya saksikan. Tadinya saya adalah penikmat TV Berita, tapi lama-lama, saya merasa jengah dan jenuh atas pemberitaan negatif yang ditayangkan setiap hari. Salah satu contoh, stasiun tv yang dimiliki oleh pendiri partai eh ormas tertentu itu, lama-lama saya perhatikan berisi pemberitaan negarif tentang pemerintah, untunglah bukan saya saja yang berpendapat demikian, seorang teman pernah menuliskan hal tersebut di status fesbuk, tulisannya kurang lebih begini “Bosan deh sama salah satu TV xxxxx itu, kemarin beritanya begini pemerintah telat melakukan evakuasi WNI di mesir bla bla bla, hari ini pemerintah melakukan evakuasi tebang pilih bla bla bla, besok mungkin pemerintah kurang memperhatikan bla bla”. Begitu katanya, dan memang benar, setelah saya cek dan ricek, tidak ada bagusnya pemerintah di mata stasiun tv itu dan itu.
Saya memang tidak memilih SBY Boediono di Pilpres 2009, tapi saya menaruh kepercayaan kepada pemerintahan ini. Memang, mereka mungkin bertindak tidak selalu benar, namun kalau setiap hari pemberitaannya negatif, bukankah nanti akan membentuk stigma negatif juga di masyarakat, kalau masyarakat sudah berpikiran negatif, maka kepercayaan kepada pemerintah akan berkurang, kalau kita sudah tidak percaya sama pemerintah, apa yang terjadi? Yang ada hanyalah penghinaan kepada simbol negara, dan bagaimana pemerintahan akan berjalan lancar?
Contoh lainnya adalah kasus Ariel, saya bukan pendukung pornografi, tapi dari kasusnya yang memang dihebohkan oleh media, maka ketidakadilan tejadi disini, dimana dia dihukum atas tuduhan yang hmmm, menurut saya terlalu dipaksakan karena adanya tekanan publik akibat pemberitaan media yang berlebihan. Ah, sudahlah, saya hanyalah mahasiswa jurusan akuntansi yang memang tidak mengerti hukum. Mungkin saya salah.
Badnews is a goodnews, memang itulah motto yang tepat untuk setiap pemberitaan, kita lebih suka membahas kasus yang never ending story seperti Century, Gayus, dan Kejelekan pemerintah yang lain daripada membahas prestasi. well, kasus2 itu juga perlu dibahas, tapi tidak harus dijejalkan ke publik setiap hari dan setiap acara berita, coba, mana ada yang tau bahwa pasangan Greysia Polli dan Meiliana Djauhari sudah masuk peringkat 10 besar IBF, atau Alamsyah seorang pemain muda harapan baru bangsa, atau prestasi lain yang seharusnya patut diketahui dan dibanggakan oleh kita sebagai masyarakat indonesia, atau berita positif lainnya yang sebaiknya disodorkan kepada bangsa yah, saya yakin pasti ada berita baik itu, kalaupun ada pasti tidak sampai satu menit dan hanya sekali tayang, entahlah kenapa media tidak suka membicarakan prestasi orang lain, mungkin karena membicarakan kejelekan lebih enak daripada membicarakan keberhasilan orang.
Oleh sebab itulah, saya lebih suka menonton TV lokal, karena berita tentang penyelamatan seekor anak anjing yang masuk ke dalam kubangan air, jauh lebih bagus daripada berita tentang perdebatan politik yang tiada henti demi menuju RI 1 2014. *sigh* *nyeruput kopi*
Yap.. ternyata presiden itu cuma bilang kek gini ya mbak "Gaji saya saja yang ga naik selama 7 tahun tapi bla bla bla", sayang karena pelintiran sedikit, jadi dibilang presiden pengen naik gaji.. Oh betapa kejam politik itu.. sampe ada koin untuk presiden....
Setuju mbak, seperti yang dah aku bolang di konten, memang perlu dituntaskan tapi jangan dilebaykan dan diberitakan negatif setiap hari dan setiap penayangan berita pagi, siang, sore, malam dan di perbincangan setiap berita itu..
Hehehe makanya aku sekarang ga pernah ntn TV itu, kecuali acara mereka yang nonberita, bagus2 huehehehe
Setujuuuuuhhhh mus, keknya kita punya pandangan yang serupa, apalagi tipi wahid ntu...tu waktu kemarin indonesia masuk final AFF, sepanjang hari diomongin kek dah juara olimpiade gtttt... Empettttt banget dah...
Bisa di tebak, di hari H-nya tipi wahid gak nyiarin sama sekali berita kekalahannya, baru besoknya dibahas lg 'si kambing hitam' laser hijau, oalaaaaaahhhhh, capek ati dah nonton berita sekarang ;(
iya, kalo kita ga tahu sumber aslinya seperti apa sby ngomong, kalo org2 cuma mendengar atau membaca aja dari media, bayangkan betapa mudahnya orang kita akan terprovokasi
suka sama kalimat ini.. ku sering obral kemanamana.. kalu isinya negatif, koran tipi radio, melulu tanpa sumber yang akurat dengan bumbu2 data antabarantah, membuat orang jadi ikutan mikir ternyata pemerintah kita bobrok bener.. opini publik gitu mus..
*penonton tv kabel setia.. eh iya pernah nonton daaitv? keren tuh slogannya.. acaranya juga..
kapan kita maju kalu beritanya gitu mulu.. prestasi kayanya tenggelam sama berita yang kejar ratingan.. penonton indonesia kayanya emang suka yang jelek2 nih..
Nah itu dia mbak, betapa mudahnya bangsa ini diprovokasi.. soalnya kita ga disodorin berita mentah, berita yang sudah dipoles dan dipercantik yang disodorin ke masyarakat.. semoga masyarakat kita semakin pintar, sehingga mampu menyaring semua informasi yang ada.. :)
Hihihi.. aku suka mbak nonton DAAI TV.. Iya neh pengen banget masang tipi kabel, cuma bentar lagi pindah hehehe... Daai tv aku suka berita lingkungannya.. kereennn.. plus dramanya juga bagus..
Makanya tak bilang acara TV lokal lebih enak dinikmati daripada TV nasional.. :)
Pusing deh nonton TV, apalagi berita.. dulu kita memang butuh informasi, tetapi sekarang, informasi hanya membuat runyam kepala.. Hahaha... Siaran non berita mereka malah yang bagus..
Iya mbak tin.. setujuuu bangeeet.,... kalo tiap hari kita disodorin berita jelek, gimana mau maju.. ga ada yang nyiarin prestasi, olimpiade matematika, fisika, atau orang indonesia yang sukses di luar negeri banyak yang ga tau, kalaupun ada paling hanya sepersekian menit dan di ujung berita plus cuma sekali tayang aja... giliran yang jeleek, beuuuhh sampe berminggu2 bahkan bertahun...
sumpah demi Allah juga berani kog hahahaha emang beneran gak punya tipi weeee... kalo sampe nonton itu pasti nebeng di kantor, kalo engga di warteg... makanya hapal ama cinta mpintrih sapa aja tokohnya, abis lewat wartegnya pas jadwalnya sih! :))
Sabtu kemaren, saya menonton salah satu talkshow yang mengisahkan tentang pembunuhan seorang Mahasiswi Inggris di Italia, dia seorang mahasiswi pertukaran yang diduga dibunuh oleh teman sekamarnya, Amanda yang juga mahasiswi pertukaran asal Amerika. Apa kaitannya dengan judul? Ketika saya menonton acara tersebut, dalam obrolan, pihak keluarga Amanda (Tersangka pembunuhan), menyalahkan media yang terlalu “melebaykan” setiap gerak gerik amanda, seperti stretching yang dilakukan, media memberitakan bahwa amanda melakukan split dan jungkir balik selama di tahanan, dan bla bla, yang menganalogikan bahwa amanda merasa puas setelah temannya meninggal. Padahal, stretching itu wajar dilakukan oleh orang yang terlalu lama duduk karena diinterogasi. Pemelintiran kalimat inilah yang kemudian dijadikan alasan juri untuk menghukum si Amanda selama 26 tahun atas tindakan yang “mungkin” tidak dilakukannya.
BalasHapusTidak hanya di luar negeri saja, di negeri ini, pengadilan oleh media sering saya saksikan. Tadinya saya adalah penikmat TV Berita, tapi lama-lama, saya merasa jengah dan jenuh atas pemberitaan negatif yang ditayangkan setiap hari. Salah satu contoh, stasiun tv yang dimiliki oleh pendiri partai eh ormas tertentu itu, lama-lama saya perhatikan berisi pemberitaan negarif tentang pemerintah, untunglah bukan saya saja yang berpendapat demikian, seorang teman pernah menuliskan hal tersebut di status fesbuk, tulisannya kurang lebih begini “Bosan deh sama salah satu TV xxxxx itu, kemarin beritanya begini pemerintah telat melakukan evakuasi WNI di mesir bla bla bla, hari ini pemerintah melakukan evakuasi tebang pilih bla bla bla, besok mungkin pemerintah kurang memperhatikan bla bla”. Begitu katanya, dan memang benar, setelah saya cek dan ricek, tidak ada bagusnya pemerintah di mata stasiun tv itu dan itu.
Saya memang tidak memilih SBY Boediono di Pilpres 2009, tapi saya menaruh kepercayaan kepada pemerintahan ini. Memang, mereka mungkin bertindak tidak selalu benar, namun kalau setiap hari pemberitaannya negatif, bukankah nanti akan membentuk stigma negatif juga di masyarakat, kalau masyarakat sudah berpikiran negatif, maka kepercayaan kepada pemerintah akan berkurang, kalau kita sudah tidak percaya sama pemerintah, apa yang terjadi? Yang ada hanyalah penghinaan kepada simbol negara, dan bagaimana pemerintahan akan berjalan lancar?
Contoh lainnya adalah kasus Ariel, saya bukan pendukung pornografi, tapi dari kasusnya yang memang dihebohkan oleh media, maka ketidakadilan tejadi disini, dimana dia dihukum atas tuduhan yang hmmm, menurut saya terlalu dipaksakan karena adanya tekanan publik akibat pemberitaan media yang berlebihan. Ah, sudahlah, saya hanyalah mahasiswa jurusan akuntansi yang memang tidak mengerti hukum. Mungkin saya salah.
Badnews is a goodnews, memang itulah motto yang tepat untuk setiap pemberitaan, kita lebih suka membahas kasus yang never ending story seperti Century, Gayus, dan Kejelekan pemerintah yang lain daripada membahas prestasi. well, kasus2 itu juga perlu dibahas, tapi tidak harus dijejalkan ke publik setiap hari dan setiap acara berita, coba, mana ada yang tau bahwa pasangan Greysia Polli dan Meiliana Djauhari sudah masuk peringkat 10 besar IBF, atau Alamsyah seorang pemain muda harapan baru bangsa, atau prestasi lain yang seharusnya patut diketahui dan dibanggakan oleh kita sebagai masyarakat indonesia, atau berita positif lainnya yang sebaiknya disodorkan kepada bangsa yah, saya yakin pasti ada berita baik itu, kalaupun ada pasti tidak sampai satu menit dan hanya sekali tayang, entahlah kenapa media tidak suka membicarakan prestasi orang lain, mungkin karena membicarakan kejelekan lebih enak daripada membicarakan keberhasilan orang.
Oleh sebab itulah, saya lebih suka menonton TV lokal, karena berita tentang penyelamatan seekor anak anjing yang masuk ke dalam kubangan air, jauh lebih bagus daripada berita tentang perdebatan politik yang tiada henti demi menuju RI 1 2014. *sigh* *nyeruput kopi*
Kek paparazzi terhadap lady di, ya?
BalasHapusBeda sih, klo lady di itu bener2 menguntit, klo ini cuma bentuk lain dari pemberitaan sih.. IMO lho yah.. :)
BalasHapusuhuk.
BalasHapusHahahaha... ayo lip ikutan QN ala tobie juga.. *dijambak olip* :P
BalasHapussama kasusnya dg melebih2kan ttg kenaikan gaji
BalasHapusitu cuma kerjaan media yg memelintir omongan presiden
semakin beritanya jelek ratingnya semakin tinggi....
BalasHapus*udah sinetron isinya lebay, berita juga lebay.. jadilah negara ini lebay!
Aku suka acara jalan2 dan makan2. Dulu suka acara musik, tapi lama2 jadi males liat perkembangan musik sekarang.
BalasHapus@mb sinung : karena pimpinannya jg lebay..:-p
BalasHapusMus, bayangin jika century, mafia pajak, korupsi didiemin, apa yg terjadi??
TV ONe ama Metro TV dah dipanggil KPI krn tdk netral dan menggunakan kanal publik. Tp ya gt dehh..makanya aku gak pernah ntn tipi..
Biar kereeen, pake pic donk muse ;)
BalasHapusYap.. ternyata presiden itu cuma bilang kek gini ya mbak "Gaji saya saja yang ga naik selama 7 tahun tapi bla bla bla", sayang karena pelintiran sedikit, jadi dibilang presiden pengen naik gaji.. Oh betapa kejam politik itu.. sampe ada koin untuk presiden....
BalasHapusYap.. sepertinya begitu mbak.. rating semakin tinggi dan peluang ke RI 1 2014 jadi semakin besar... Ohh mau dibawa kemana negeri ini... :(
BalasHapusIya med, aku suka aja travelling gitu qeqeqe.. sama acara gosip wakakakakakaka
BalasHapusSetuju mbak, seperti yang dah aku bolang di konten, memang perlu dituntaskan tapi jangan dilebaykan dan diberitakan negatif setiap hari dan setiap penayangan berita pagi, siang, sore, malam dan di perbincangan setiap berita itu..
BalasHapusHehehe makanya aku sekarang ga pernah ntn TV itu, kecuali acara mereka yang nonberita, bagus2 huehehehe
Hhahaaha.. ini tadi langsung tak copy dari word ke comment kak.. QN berikutnya deh.. :)
BalasHapusSetujuuuuuhhhh mus,
BalasHapuskeknya kita punya pandangan yang serupa,
apalagi tipi wahid ntu...tu waktu kemarin indonesia masuk final AFF, sepanjang hari diomongin kek dah juara olimpiade gtttt... Empettttt banget dah...
Bisa di tebak, di hari H-nya tipi wahid gak nyiarin sama sekali berita kekalahannya, baru besoknya dibahas lg 'si kambing hitam' laser hijau,
oalaaaaaahhhhh,
capek ati dah nonton berita sekarang ;(
iya, kalo kita ga tahu sumber aslinya seperti apa sby ngomong,
BalasHapuskalo org2 cuma mendengar atau membaca aja dari media,
bayangkan betapa mudahnya orang kita akan terprovokasi
serahkan pada ahlinya bro..
BalasHapussuka sama kalimat ini.. ku sering obral kemanamana.. kalu isinya negatif, koran tipi radio, melulu tanpa sumber yang akurat dengan bumbu2 data antabarantah, membuat orang jadi ikutan mikir ternyata pemerintah kita bobrok bener.. opini publik gitu mus..
BalasHapus*penonton tv kabel setia.. eh iya pernah nonton daaitv? keren tuh slogannya.. acaranya juga..
kapan kita maju kalu beritanya gitu mulu.. prestasi kayanya tenggelam sama berita yang kejar ratingan.. penonton indonesia kayanya emang suka yang jelek2 nih..
BalasHapusNah itu dia mbak, betapa mudahnya bangsa ini diprovokasi.. soalnya kita ga disodorin berita mentah, berita yang sudah dipoles dan dipercantik yang disodorin ke masyarakat.. semoga masyarakat kita semakin pintar, sehingga mampu menyaring semua informasi yang ada.. :)
BalasHapusHihihi.. aku suka mbak nonton DAAI TV.. Iya neh pengen banget masang tipi kabel, cuma bentar lagi pindah hehehe... Daai tv aku suka berita lingkungannya.. kereennn.. plus dramanya juga bagus..
BalasHapusMakanya tak bilang acara TV lokal lebih enak dinikmati daripada TV nasional.. :)
Toss dulu na...
BalasHapusPusing deh nonton TV, apalagi berita.. dulu kita memang butuh informasi, tetapi sekarang, informasi hanya membuat runyam kepala.. Hahaha... Siaran non berita mereka malah yang bagus..
Baiklah.. Semoga KPI bisa membuat stasiun tipi itu lebih memiliki hati.. :)
BalasHapusIya mbak tin.. setujuuu bangeeet.,... kalo tiap hari kita disodorin berita jelek, gimana mau maju.. ga ada yang nyiarin prestasi, olimpiade matematika, fisika, atau orang indonesia yang sukses di luar negeri banyak yang ga tau, kalaupun ada paling hanya sepersekian menit dan di ujung berita plus cuma sekali tayang aja... giliran yang jeleek, beuuuhh sampe berminggu2 bahkan bertahun...
BalasHapuska ndah bilang serahkan pada ahlinya :)
BalasHapussetor 1 menit
BalasHapusposting 0 menit
judul 3 kata
for network
> 200 kata
> 3 paragraf
sippppp
ga punya tipi mus... ga ngerti
Baiklah.. *nyodorin ke ahlinya* :P
BalasHapusKata orang tua.. bohong itu dosa mbak arie... -kabur-
BalasHapusKemaren lht oprah show cm sekilas. jd crtanya gt tho...
BalasHapusaku jg suka ntn tv lokal muse..kyk aliftv, daaitv, ato klo mo melatih bhs jawa, aku ntn jtv.
tv oneng, metro, emoooh..indonesia ga ada yg indah2nya di dua tv itu.
rulesnya ketat bgt bu :)
BalasHapusno komen hehehe
BalasHapusYes komen.. :P
BalasHapusEh, masih ada aturan yang lain lho bang.,.. :)
BalasHapustipi dimana tuh?
BalasHapusHahaha.. idem bun, tadinya menyambut gembira ada tv berita, lama2 hiks... menyedihkan sekali.... eh disana ada daaitv juga yah...
BalasHapuspadahal orang tipi itu pinter2 ya, lulusan luarnegre pula.. heran.. dipolitisir deh berita2 gitu..
BalasHapuspindah mudik nih.. jadi bener ya semoga bisa lulus kuliahnya tengah tahun ini.. ayo bikin skripsi..
BalasHapusiya sama ku suka berita lingkungannya juga dramanya di daaitv.. inspiratif..
haaaa ?
BalasHapushooh... smart2 dan berpenampilan menarik.. :)
BalasHapusyah, tapi demi kepentingan pemilik stasiun tv keknya...
http://srisariningdiyah.multiply.com/journal/item/733/Lomba_QN_ala_tobie?replies_read=632
BalasHapusdisana peraturan lengkapnya hehehehee
pake tv kabel muse..
BalasHapusaliftv, ga tau jg stasiunnya dmana. tp isinya lbh baik.. jd ingat tv klo ramadhan.
kdg aku ya ntn tv yg isinya film hantu mulu..hehe. atau malah ntn tv aljazeera..
Amiiin... harus lulus tahun ini mbak, klo ga berarti drop out (risiko kuliah paket)
BalasHapuspindah ke tempat yang dekat kantor kok mbak.. :)
http://srisariningdiyah.multiply.com/journal/item/733/Lomba_QN_ala_tobie?replies_read=632
BalasHapusdisana peraturan lengkapnya bang hehehehee
Barusan gugling aliftv itu tv jakarta, pake telkomvision yah? semacam vison 1 gitu (kali) :P
BalasHapuspengen sih bun pake tipi kabel, tapi nanggung bentar lagi lulus dan pindah kost.. :)
gk berani liat :D
BalasHapusoohh kantornya lap banteng apa gatsu?
BalasHapusgw dukung lo menang aja ya.
BalasHapussumpah demi Allah juga berani kog hahahaha
BalasHapusemang beneran gak punya tipi weeee...
kalo sampe nonton itu pasti nebeng di kantor, kalo engga di warteg...
makanya hapal ama cinta mpintrih sapa aja tokohnya, abis lewat wartegnya pas jadwalnya sih!
:))
biar nggak pada ngebom inbox orang pake QN geje om... hehe
BalasHapusMedia sekarang lbh mengejar kecepatan memunculkan berita, bukan akurasi data. Demi siapa yg lbh update di internet kali ya...
BalasHapusTergantung IP mbak, klo di lapangan banteng ga mungkin... karena itu kemenkeu.. mungkin di gatsu, mungkin juga di seluruh indonesia.. huehehehehe
BalasHapusHahahaha.... baiklah klo begitu.. :)
BalasHapusHahahaha keknya ga mungkin lip.. :P
BalasHapusBener banget mas... selain itu sudah ga netral lagi...
BalasHapussperti kata Alvin Tovler: jika kamu menguasai informasi (media), maka kamu akan menguasai dunia..
BalasHapusiya sih....harusnya yg diekspos yg baek2 yah.....
BalasHapustulisan kakak muse...makin dalem aja yah..hehe
Hahaha sedalam palung di laut ya kakak.. :P
BalasHapusmaksudnya gmana kakak....binung
BalasHapusHhehehe... udah kakak di-skip aja yuks... :)
BalasHapusoke kakak..padahal penasaran....humm
BalasHapusHehehe ga ada maksud apa2 kok yo.. cuma perumpamaan tanpa makna hahaha :P
BalasHapusItu memang bahan pelajaran saya di kelas waktu kuliah dulu biar media kita laku dibeli orang hehehe.........
BalasHapusbetoolll bun.. :))
BalasHapusOh kita belajar yang sama dalam era yang berbeda ya?
BalasHapusHahaha.. iya bun...
BalasHapusDi mana? Di Unpad jugakah? Wah jangan-jangan muridnya temen-temen sekelas saya...........?
BalasHapusHehehe ndak bun, saya di salah satu kampus plat merah di daerah Bintaro yang tahun ini ditutup sama Menkeu :)
BalasHapusOh.... oh..... generasi terakhir STAN? Habis ngomongnya kayak yang seriusan hahaha..... kau telah menipu nenek, nakal ya?
BalasHapus*tak jewer kupingmu*
Ampoooonn... hahaha
BalasHapus