Rabu, 17 September 2008

Resital Piano Karya-karya Monumental Abad XX

Start:     Sep 18, '08 8:00p
Location:     Teater Utan Kayu, Jl. Utan Kayu 68H, Rawamangun Jakarta Timur
Huaaaaaaaaaa.. Pengen banget nonton ini tapi ga ada temen dan tempatnya jauh dari kostan, mana sebelumnya ada acara lagi.. Oh ya Free entry lho.. jadi cuma bawa diri doang.. Ada yang berminat?? Nih sekilas tentang pianisnya...


Adhi Jacinth, piano

"Permainan piano Adhi memiliki interpretasi yang menonjol karena berwawasan luas, penuh energi dan keperkasaan…”

(Surat kabar Badische Zeitung, Freiburg, Jerman.)


Adhi Jacinth lahir pada 17 Januari 1985. Pada usia 3 tahun, ia mendapatkan pelajaran musik pertamanya pada instrumen organ dari ayahnya sendiri. Di usia 10 hingga 12 tahun Adhi telah berhasil memenangkan berbagai kompetisi organ.


Piano sendiri mulai dikenalnya ketika ia berusia 12 tahun. Di masa remajanya, Adhi aktif mengiringi solis ternama Indonesia seperti Binu D. Sukaman, Christopher Abimanyu, dan Catharina W. Leimena. Selain itu Adhi juga aktif mengiringi paduan suara ternama seperti Batavia Madrigal Singers pimpinan Avip Priatna serta Studio Cantorum pimpinan Tommyanto Kandisaputra dan Prof. Andre de Quadros dari Australia. Adhi juga sempat berguru pada Yazeed Djamin.


Adhi kemudian berguru pada Iswargia R. Sudarno selama tiga tahun. Pada 2001 dia berhasil keluar sebagai juara 3 Kompetisi Cipta Award di Jakarta. Dalam masa ini ia memutuskan untuk menjadi pianis profesional dan diterima di Musikhochschule Freiburg, Jerman pada 2002. Ia mendapatkan pelajaran piano dari Hansjörg Koch dan Prof. Chen Pi-hsien, dua orang yang sangat aktif dalam dunia musik kontemporer. Berbagai masterclass yang pernah diikutinya antara lain dari Prof. Hans Leygraf, Prof. Jacques Rouvier, dan Rudolf Jansen, selain beasiswa penuh untuk mengikuti masterclass di Austria bersama Prof. Martyn van den Hoek, Prof. Alexander Jenner, Prof. Toon Onderdenwijngaard, dan Alexander Woyke. Adhi juga mendapat support dari Rotary Club Jakarta.


Selain piano solo tradisional dan kontemporer Adhi memperdalam seni mengiringi lieder (tembang puitik) pada Prof. Hans-Peter Müller. Prestasi Adhi dalam seni mengiringi sangat menonjol hingga dia dipercaya untuk mengiringi ujian akhir beberapa mahasiswa jurusan menyanyi. Adhi juga dipilih untuk mewakili Musikhochschule Freiburg mengikuti Liedforum se-Jerman di Berlin pada tahun 2004. Di sana ia mendapat bimbingan dari Prof. Axel Bauni, Prof. Wolfram Rieger, Prof. Jan-Philip Schulze, Prof. Jürgen Glauß, und Ulrich Eisenlohr.


Hingga saat ini Adhi telah tampil dalam berbagai konser. Selain di Indonesia, Adhi aktif memberikan konser di Jerman, Swiss, Belanda, Austria, Perancis, dan Spanyol. Ia berpartisipasi dalam konser amal seperti "The Voices of Magic" yang diadakan oleh Rotary Club Jakarta dan resital solo bertemakan "Care for Anak" yang diadakan oleh Rotary Club Hilversum. Di Jerman, Adhi aktif mengiringi lokakarya yang diadakan setiap tahun dengan tema "Enjoying and Using the Diversity of my Voice" asuhan Nicole Neiman, seorang ahli terapi suara ternama dari New York. Lokakarya ini meneliti keanekaragaman suara seseorang dan bereksperimen dengan menggunakan berbagai warna suara dalam berbagai situasi profesional yang berbeda. Lalu pada 2005 yang lalu Adhi berkesempatan untuk bermain bersama orkes "Holst Sinfonietta" di bawah pimpinan Klaus Simon di Freiburg dan Basel dengan memainkan karya John Adams "Chamber symphony" yang juga disiarkan oleh radio SWR2 di negara bagian Baden-Württemberg, Jerman. Adhi juga pernah memainkan harpsichord bersama orkes Freiburg di Baden-Baden.

Selain tampil dalam berbagai konser, Adhi juga aktif dan senang mengajar. Metode pengajaran piano dipelajarinya secara mendalam dari Prof. Christoph Sischka dan Prof. Anselm Ernst. Salah satu anak didik Adhi di Jerman berhasil memenangkan juara pertama dalam kompetisi "Jugend Musiziert" (kompetisi piano tingkat remaja di Jerman) d Freiburg.


Saat ini Adhi meneruskan studinya dengan Prof. Nicolas Hodges di Musikhochschule Stuttgart, pianis kelahiran London yang tenar dalam dunia musik kontemporer

18 komentar:

  1. mangkanya....!!!

    dirumah..
    tidur..
    sendiri.. (kerjaannyagituterus.com)

    BalasHapus
  2. Tak ada teman yang menemani.. Hihi... Makanya kawin atuh.. qeqe

    BalasHapus
  3. tul jawaban cerdas
    udang udah ada
    hidup dah terjamin
    kenapa gak kawin???
    ntar keburu beruumurin...
    meksoin.com

    BalasHapus
  4. wah...jgn gabung dengan komunitas utan kayu...BAHAYYA....itu kan kumpulan tmn2 nya si ULIL...dedengkot JIL=Jaringan Islam Liberal...bukan Jaringan Ikhwan Lajang ya...

    BalasHapus
  5. Yah, Allah pasti akan mendatangkan jodohku kalau waktunya sudah tepat.. Ceilah....

    BalasHapus
  6. katanya si inter mati...kok onlen juga?

    BalasHapus
  7. namanya aja lucu.. jacinth = jatuh cinta :D
    emang muse bisa pianoan juga?

    BalasHapus
  8. Hush.. Ga bisa mbak.. Ada niat buat belajar cuma harus ditunda dulu.. Cuma klo suara piano suka banget.. Apalagi klo solo bisa menenteramkan hati qeqe

    BalasHapus
  9. whua, Adhi yah!!! hohoho mau banget!!! baru baca sekarang niy!!! hikssss

    sempet les piano 4 tahun waktu SD.... hehehe

    BalasHapus
  10. Klo aku semper kurusu juga 5 tahun.. Tapi kursus menjahit qeqe

    BalasHapus